• Sun. Jan 11th, 2026

    Webinar Gratis Bersertifikat

    Informasi Webinar Gratis Bersertifikat Berbagai Bidang - Webinar Pendidikan - Webinar Kesehatan - Webinar Nasional

    perawatan dan pembongkaran suspensi belakang motor

    Jun 10, 2020
    Suspensi Belakang
    • Memeriksa kerja sistem suspensi belakang dengan menekan bagian belakang sepeda motor beberapa kali (dengan rem ditahan).
      Gambar 61. Memeriksa Kerja Sistem Suspensi Belakang

      Gerakan kepegasan harus berlangsung dengan lembut dan lancar, setelah ditekan pegas harus kembali ke posisi semula dengan sedikit tahanan.

    • Menempatkan sepeda motor pada standar utama, goyangkan lengan ayun ke kanan-kiri untuk mengetahui adanya komponen suspensi yang aus atau kendor. Jika ada kekocakan, periksa baut engsel dan bos lengan ayun.
    Gambar 62. Memeriksa Lengan Ayun
    • Melakukan pembongkaran dan pemeriksaan komponen suspensi belakang
    Pelepasan Lengan Ayun
    1. Lepaskan roda belakang dan knalpot
    2. Lepaskan baut, cincin washer dan pemegang pijakan kaki pembonceng sebelah kanan dan kiri.

      Gambar 63. Langkah Pelepasan (b)
    3. Lepaskan kait pegas pengembali pedal rem dari lengan ayun.
    4. Lepaskan mur-mur pemasangan peredam kejut bagian bawah dan cincin-cincin washer.
    5. Lepaskan mur engsel lengan ayun, baut dan lengan ayun.
    Gambar 64. Langkah Pelepasan Lengan Ayun (d) dan (e)
    Pemeriksaan Lengan Ayun
    1. Periksa bos engsel terhadap keausan atau kerusakan.
    2. Periksa lengan ayun terhadap keretakan atau kerusakan.
    Gambar 65. Pemeriksaan Lengan Ayun
    Pelepasan Peredam Kejut (Shock Absorber)
    1. Topang sepeda motor pada standar tengah.
    2. Lepaskan tutup bodi, lepaskan mur pemasangan bagian atas peredam kejut, cincin washer dan pegangan belakang.
    Gambar 66. Pelepasan Peredam Kejut
    Pemeriksaan Peredam Kejut
    1. Periksa apakah ada kerusakan pada peredam kejut.
    2. Periksa hal-hal berikut:
      • Batang peredam terhadap kebengkokan atau kerusakan
      • Unit peredam terhadap perubahan bentuk atau kebocoran oli
      • Bos penyambung bagian atas dan bawah terhadap keausan atau kerusakan
      • Periksa kehalusan cara kerja peredam secara keseluruhan.

    AWAS!

    Jangan membongkar peredam kejut. Ganti peredam kejut jika ada komponennya yang rusak.

    BACA JUGA: cara perawatan suspensi depan sepeda motor

    Gambar 67. Pemeriksaan Peredam Kejut
    Pemasangan Peredam Kejut
    1. Langkah pemasangan merupakan kebalikan dari
    2. Kencangkan mur-mur     pemasangan     dengan    torsi    yang
    Cara mengatasi gangguan pada sistem suspensi sepeda motor.

     

    NoGangguanKemungkinan Penyebab
     

     

    1.

     

    Stang stir cenderung berbelok ke satu arah atau kendaraan tidak dapat berjalan dengan posisi lurus

    a.

     

     b.

     c.

    d.

    Penyetelan suspensi depan kiri/kanan tidak sesuai

    Terkadi kebengkokan pada pipa suspensi

    Terjadi keausan pada swing arm pivot

    Terjadi kebengkokan pada rangka/body

     

    2.

     

    Suspensi depan lemah/lunak

    a.

     b.

    c.

    Terjadi kelemahan pada pegas suspensi depan

    Oli suspensi depan kurang

    Kelainan pada oli suspensi depan

     

     

    3.

     

     

    Suspensi depan keras

    a.

     

    b.

     

    c.

    Terjadi kebengkokan pada bagian- bagian suspensi

    Terjadi sumbatan pada jalur-jalur oli dalam pipa suspensi

    Kesalahan pada saat pengisian oli suspensi

     

    4.

     

    Suspensi belakang lemah

    a.

    b.

    c.

    Pegas suspensi lemah

    Kebocoran oli pada damper unit

    Penyetelan kurang tepat

     

     

    5.

     

     

    Suspensi terlalu keras

    a.

    b.

    c.

    d.

    e.

    f.

    g.

    Kesalahan pemasangan

    Penyetelan kurang tepat

    Swing arm pivot bengkok

    Damper rod bengkok

    Kerusakan pada swing arm pivot bearing

    Kesalahan pada susensi linkage

    Kerusakan pada linkage pivot bearing

     

     

    a.   Rangkuman

    Sistem Suspensi Sepeda Motor

    Sistem suspensi merupakan salah satu bagian pada chasis sepeda motor yang berfungsi menyerap bantingan, kejutan maupun getaran dari permukaan jalan dengan tujuan menungkatkan keamanan, kenyamanan dan stabilitas berkendara. Selain itu sistem suspensi juga berfungsi untuk menopang body & rangka sepeda motor untuk  menjaga letak geometris antara body & roda-roda.

    Jenis sistem suspensi depan yang umum digunakan pada sepeda motor diantaranya :

    • Suspensi Bottom Link/Pivoting Link, jenis ini dipergunakan pada sepeda motor tipe cub (Leading link) dan scooter (Trailing Link) model lama, dan belakangan ini sudah tidak begitu
    • Suspensi Telescopic, jenis ini paling banyak dipergunakan pada sepeda motor CC kecil sampai dengan CC
    • Suspensi Telescopic model up-side down, banyak diaplikasikan pada sepeda motor off road dan on road dengan CC besar. Secara prinsip kerja hampir sama dengan suspensi telescopic, hanya saja posisi tabung suspensi dibalik. Sistem Suspensi Belakang

    Sistem suspensi belakang yang umum digunakan pada sepeda motor menggunakan swing arm pivot sebagai penunjang dan penahan rear axle. Penggunaan swing arm pivot memberikan reaksi yang cepat pada roda untuk bervariasi di berbagai kondisi jalan, disamping itu memiliki kemampuan mengontrol gerakan roda dengan baik sehingga memberikan kenyamanan dan keamanan berkendara.

    Jenis-jenis sistem suspensi belakang sepeda motor diantaranya :

    • Suspensi conventional Dual Spring (Damper Type), jenis ini pada umumnya dipergunakan pada sepeda motor on road dengan CC

    kecil. Jenis ini mempunyai dua spring damper unit yang mendukung bagian belakang framebody dan bagian belakang swing arm.

    • Suspensi Monoshock

    Sistem suspensi monoshock menggunakan sebuah shock absorber sebagai peredam, sehingga kinerja sistem suspensi menjadi lebih baik dibandingkan dengan tipe conventional dual spring.

    BACA JUGA: cara perawatan suspensi depan sepeda motor

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *