Panas dari hasil pembakaran bahan bakar didalam silinder hanya sebagian saja yang diolah menjadi kerja efektif (kerja pada proses engkol).
Bagian terbesar justru merupakan panas terbuang dan yang terakhir ini merupakan kerugian yang tidak mungkin dihilangkan sama sekali.
Kerugian panas tersebut meliputi kerugian-kerugian panas yang terbawa gas buang, lewat air pendingin dan kerugian panas akibat gesekan. Panas hasil pembakaran diruang bakar disatu sisi dan panas berguna ditambah kerugian-kerugian disisi yang lain, merupakan suatu neraca keseimbangan.
Tenaga yang dihasilkan oleh sebuah motor diesel adalah dari gas pembakaran dikurangi oleh kerugian -kerugian panas maupun kerugian-kerugian mekanis.
BACA JUGA: tabel urutan pembakaran (firing order) motor diesel
Kerugian mekanis yaitu kerugian yang disebabkan karena gesekan-gesekan bermacam-macam bagian motor yang saling bersinggungan antara lain :
- Gesekan antara cincin (ring) dengan dinding silinder
- Gesekan antara poros dan bantalan-bantalan
- Kerugian mekanik karena tenaga hilang untuk menggerakkan alat-alat seperti katup pompa bahan bakar.,pompa-pompa pendingin, blower, injector dan lain sebagainya.
- Kerugan juga karena sebagian panas yang dihasilkan oleh pembakaran bahan bakar hilang terbawa oleh gas buang air pendingin, minyak pelumas dan lain-lain.

Bila sistim pendinginan mengalami penurunan kinerja, maka prosentase pendinginan akan meningkat yang berarti daya usaha pada poros akan menurun. Indikasi yang langsung dapat diketahui dari suhu sistim pendinginan yang meningkat, terutama suhu outlet / keluar dari alat pendingin antara lain; radiator, cooling tower, jacket water cooler, inter cooler, charge air cooler.
Jika sistim pelumasan kurang sempurna maka prosentase gesekan akan meningkat yang berarti daya usaha mesin akan menurun pula. Indikasi yang lansung yang dapat dilihat dari suhu lub.oil inlet engine dan atau hasil pemeriksaan minyak pelumas di laboratorium.
BACA JUGA: tabel urutan pembakaran (firing order) motor diesel
Pembakaran yang kurang sempurna akan meningkatkan prosentase gas bekas / buang, yang berarti pula menurunkan daya usaha mesin yang keluar dari poros. Indikasi yang langsung dapat diketahui dari suhu gas buang melebihi kondisi normal dan atau tekanan pembakaran melalui alat combustion press gauge.

