• Mon. Jan 12th, 2026

    Webinar Gratis Bersertifikat

    Informasi Webinar Gratis Bersertifikat Berbagai Bidang - Webinar Pendidikan - Webinar Kesehatan - Webinar Nasional

    pengertian dan prinsip kerja governor diesel

    Jun 21, 2020

    Misalkan Pada Satuan Pembangkit Diesel yang sedang beroperasi dengan kondisi normal:

    • Bila beban jaringan Daya mesin  maka = putaran mesin tetap stabil
    • Bila beban jaringan tiba-tiba naik sedangkan daya mesin tetap maka = putaran mesin turun
    • Bila beban jaringan tiba-tiba turun sedangkan daya mesin tetap maka = putaran mesin naik

    Sedangkan permintaan dari mesin tenaga untuk penggerak generator, dalam kondisi apapun putaran mesin harus tetap stabil mengingat kebutuhan konsumen akan frekuensi harus tetap, maka : Bagi mesin diesel untuk penggerak generator, pada semua kondisi beban baik beban tetap maupun beban yang bervariasi serta berubah-ubah putaran mesin harus tetap konstan sesuai dengan setingnya.

    BACA JUGA: neraca panas motor bakar diesel

    Governor adalah peralatan yang mengatur agar putaran mesin tetap konstan dan stabil walaupun bebannya bervariasi dan berubah-ubah

    Daya mesin diesel yang sedang beroperasi ditentukan oleh tekanan pembakaran.

    Tekanan pembakaran ditentukan oleh :

    1. Kandungan oksigen dalam udara
    2. Tekanan udara kompresi
    3. Panas udara kompresi
    4. Timing penyalaan pembakaran
    5. Tekanan pengkabutan injektor
    6. Kualitas bahan bakar
    7. Jumlah ( volume ) bahan bahan bakar yang disemprotkan injektor


    Prinsip kerja dari governor mengatur jumlah pemakaian bahan bakar agar kecepatan putaran mesin tetap konstan walaupun terjadi perubahan beban.

     Frekuensi berbanding lurus dengan putaran sehingga untuk mengatur frekuensi

    kita harus mengatur putaran. Daya adalah usaha / tenaga yang diberikan dalam satu satuan waktu ( detik )

     

    REGULATOR bekerja sebagai :

    • MENDETEKSI PERUBAHAN PUTARAN
    • MENGATUR POSISI REK BAHAN BAKAR
    • START DAN MEMATIKAN MESIN

    Prinsip yang dipakai adalah pengaruh dari gaya sentrifugal massa yang berputar.

    Bila benda dengan massa ( M ) yang ter- tergantung diputar pada sumbunya, maka massa M1 dan massa M2 akan saling menjauhi, sebanding dengan jumlah putaran per menit.

    Posisi dari titik geser mana akan selalu berubah tergan tung dari jumlah putaran per menit dan besar massa ( M ).

    N1 < N2

    Perpindahan titik geser ( A ) dapat dibatasi dengan menggunakan pegas G.

    BACA JUGA: neraca panas motor bakar diesel
    • Gaya yang menyebabkan perpindahan massa ( M ) dan titik geser ( A ) sebanding dengan besarnya gaya sentrifugal-gaya
    • Sistem ini akan tetap bekerja walaupun letak dibalik atau mendatar

     

    Kesimpulan    : Perubahan putaran yang terjadi akan dideteksi oleh massa M1 dan M2 selanjutmya diteruskan oleh Titik geser A

     

     

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *