• Mon. Jan 12th, 2026

    Webinar Gratis Bersertifikat

    Informasi Webinar Gratis Bersertifikat Berbagai Bidang - Webinar Pendidikan - Webinar Kesehatan - Webinar Nasional

    fungsi dan cara kerja peralatan sistem pelumasan diesel

    Jul 2, 2020
    1.  Carter atau Sump Tank.

    Fungsi :

    1. Menampung pelumas untuk di sirkulasikan keseluruh bagian mesin yang memerlukan pelumasan dan yang telah bersirkulasi dalam
    2. Menampung endapan kotoran dan geram-geram dalam mesin agar tidak ikut

    Prinsip Kerja :

    Bak penampung akan menampung pelumas yang telah bersirkulasi dan mempunyai area untuk pipa (saluran) isap dari pompa pelumas, sehingga kotoran tidak ikut terhisap oleh pompa.

    2.  Pompa Pelumas.

    Fungsi :

    Memompakan minyak pelumas bersirkulasi ke bagian utama mesin dan bagian-bagian mesin yang perlu mendapat pelumasan.

    BACA JUGA: jenis-jenis governor motor diesel

    Prinsip Kerja :

    Pompa pelumas adalah pompa roda gigi sehingga tekanan pompa dapat mencapai tekanan yang tinggi, pada saat mesin mulai berputar pompa sudah mulai bekerja dengan tekanan yang rendah, kemudian jika putaran

    3.  Filter

    Fungsi :

    Menyaring minyak pelumas agar kotoran dan geram-geram tidak ikut bersirkulasi ke bagian utama mesin dan bagian-bagian mesin yang perlu mendapat pelumasan.

    Prinsip Kerja :

    Pelumas yang bersirkulasi di dalam mesin kemungkinan mempunyai kotoran akibat adanya komponen mesin yang terkikis, sehingga sebelum pelumas bersirkulasi kotoran tersebut harus disaring agar tidak merusak komponen mesin yang lain.

    4.  Oil Cooler.

    Fungsi :

    Minyak pelumas yang bersirkulasi keseluruh komponen mesin bertemperatur tinggi dan akibatnya nilai viskositasnya akan menurun, sehingga pelumas tidak dapat bekerja maksimal, untuk memperbaiki nilai viskositas maka, temperatur pelumas harus diturunkan sesuai atau mendekati temperatur yang diijinkan  agar viskositasnya kembali normal.

    Prinsip Kerja :

    Pelumas yang bersirkulasi setelah berada di Sump Tank atau Carter di isap  oleh pompa pelumas dan di tekan dengan tekanan yang tinggi melalui Oil Cooler untuk di dinginkan agar nilai viskositasnya kembali atau mendekati nilai normal, pendingin pelumas dapat menggunakan air maupun udara, sesuai sistem pendingin yang ada pada mesin tersebut.

    5. Relief Valve.

    Fungsi :

    Mengatur tekanan pelumas yang bersirkulasi ke bagian utama mesin dan bagian- bagian mesin yang perlu mendapat pelumasan.

    BACA JUGA: jenis-jenis governor motor diesel

    Prinsip Kerja :

    Pompa pelumas adalah pompa roda gigi sehingga tekanan pompa dapat mencapai tekanan yang tinggi, tetapi tekanan pelumas harus ditetapkan bekerja pada  tekanan tertentu pada temperatur tertentu agar dapat dimonitor kondisi kerja sistem pelumas.

    6. Separator.

    Fungsi :

    1. Membersihkan pelumas dari partikel-patikel keras yang berada dalam pelumas agar tidak ikut bersirkulasi yang mengakibatkan kerusakan komponen
    2. Memisahkan kandungan air yang berada dalam pelumas dengan perbedaan berat

    Prinsip Kerja :

    Pelumas yang masuk dalam separator harus dipanaskan terlebih dahulu agar pelumas lebih cair untuk memudahkan pemisahan air dan unsur-unsur lain yang berada dalam pelumas, kemudian pelumas diputar, dan akibat perbedaan berat jenis maka air dan unsur-unsur yang lebih berat akan terpisah dengan pelumas sesuai gaya sentripental masing-masing unsur yang berada dalam pelumas.

    7. Deep Stick.

    Fungsi :

    Mengetahui ketinggian pelumas yang berada dala Sump Tank atau Carter. Prinsip Kerja :

    Deep Stick mempunyai tanda maksimal dan minimal yang akan menentukan level pelumas yang berada dalam tangki penampung.

    Proses pengukuran agar lebih akurat yaitu dengan kondisi mesin yang telah berhenti selama beberapa jam dan posisi stick ketika ditarik harus tegak lurus.

    BACA JUGA: firing order motor diesel

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *