• Mon. Jan 12th, 2026

    Webinar Gratis Bersertifikat

    Informasi Webinar Gratis Bersertifikat Berbagai Bidang - Webinar Pendidikan - Webinar Kesehatan - Webinar Nasional

    pengujian pukul-takik (impact test) bahan teknik

    Jul 19, 2020

    Selama Perang Dunia banyak dijumpai kerusakan pada konstruksi (kapal, jembatan, tanki, pipa dan Iain-Iain) yang menampakkan pola patah getas, padahal konstruksi tersebut terbuat dari logam yang biasanya dikenal cukup ulet, seperti misalnya baja lunak. Ternyata ada tiga faktor utama yang rngnyebabkan kecenderungan terjadinya patah getas yaitu (1) tegangan yang triaxial (2) tempetatur rendah dan (3) laju peregangan (strain rate) yang tinggi (kecepatan pembebanan tinggi). Tegangan yang triaxial dapat terjadi pada takikan.

    BACA JUGA: macam-macam kekerasan dan pengujian material teknik

    Ada beberapa cara menguji kecenderungan terjadinya patahan getas yang di-lakukan para peneliti, salah satu yang sering digunakan adalah impact test (pengujian pukul takik). Pada pengujian ini digunakan batang uji yang bertakik (notch) yang dipukul dengan sebuah bandul. Ada dua cara pengujian yang dapat digunakan yaitu metode Charpy (dipakai di Amerika dan negara-ne-gara lain) dan metode izod yang digunakan di Inggris. Pada metode Izod, batang uji dijepit pada satu ujung sehingga takikan berada didekat penjepitnya. Bandul /pemukul yang diayunkan dari ketinggian tertentu akan memukul ujung yang lain dari arah takikan.

    Gambar 2.10 (a). Izod

                 Gambar 2.10 (b) Izod Charpy

    Pada metode Charpy, batang uji diletakkan mendatar dan ujung- ujungnya ditahan ke arah mendatar oleh penahan yang berjarak 40 mm. Bandul berayun akan memukul batang uji tepat di belakang takikan. Untuk pengujian ini digunakan sebuah mesin dimana suatu batang dapat berayun dengan bebas. Pada ujung batang dipasang pemukul yang diberi pemberat. Batang uji diletakkan di bagian bawah mesin dan batang takikan tepat berada pada bidang lintasan pemukul.

    Pada pengujian ini bandul pemukul dinaikkan sampai ketinggian tertentu H. Pada posisi ini pemukul memiliki energi potensial sebesar WH (W = berat pemukul) . Dari posisi ini pemukul dilepaskan dan berayun bebas, memukul batang uji hingga patah, dan pemukul masih terus berayun sampai ketinggian H.Pada ini posisi sisa energi potensial adalah WH,. Selisih antara energi awal dengan energi akhir adalah energi yang digunakan untuk mematahkan batang uji.

    Gambar 2.11 Shematik mesin uji impact

    Impact strenght, ketahanan batang uji terhadap pukulan (impact) dinya-takan dengan banyaknya energi yang diperlukan untuk mematahkan batang uji, dengan notasi IS atau CT satuannya kg m atau ft lb atau joule. Jadi impact strength sebenarnya adalah ketangguhan, juga ketangguhan terhadap beban kejut dan pada batang uji yang bertakik, notch toughness. Logam yang getas akan memperlihatkan impact strength yang rendah.

    BACA JUGA: sifat-sifat dan pengujian sifat mekanik bahan teknik

    Hasil pengukuran dengan impact test ini masih tidak dapat digunakan untuk keperluan perhitungan suatu desain, ia hanya dapat digunakan untuk membandingkan sifat suatu bahan dengan bahan lain, apakah suatu bahan mempunyai sifat ketangguhan yang lebih baik daripada bahan lain. Hal ini disebabkan karena banyak sekali faktor yang mempengaruhi impact  strength yang tidak dapat dicari korelasinya antara kondisi pengujian dengan kondisi pemakaian. Misalnya saja pada pengujian kecepatan pembebanan sudah tertentu sedang pada pemakaian kecepatan pembebanan dapat bervariasi. Demikian juga halnyadengan traxial state of stress yang dipengaruhi oleh bentuk dan ukuran

     

    takikan, bentuk dan ukuran benda kerja, tentunya sernua ini akan menyebabkan impact strength yang berbeda, bila faktor tersebut berbeda. Karena itu untuk pengujian pukul takik ini bentuk dan ukuran batang uji serta bentuk dan ukuran takikan harus benar-benar sama.

    Bentuk penampang batang uji biasanya bujur sangkar 10×10 mm dengan bentuk takikan V (V-notched) atau U (U-notched, atau key hole). V-notched biasanya digunakan untuk logam yang dianggap ulet sedang U-notched biasanya digunakan untuk logam yang getas.

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *