• Sun. Jan 11th, 2026

    Webinar Gratis Bersertifikat

    Informasi Webinar Gratis Bersertifikat Berbagai Bidang - Webinar Pendidikan - Webinar Kesehatan - Webinar Nasional

    perbandingan engine SOHC dan DOHC

    Jan 11, 2021

    Berikut ini penjelasan mengenai keunggulan dari masing-masing jenis mesin tersebut:

    Katup

    Gambar 1.19. Katup IN dan EX (Sumber: Dokumen Pribadi)

    Katup merupakan komponen engine yang terdapat pada mekanisme kepala silinder yang berfungsi untuk memasukan campuran bahan bakar dari intake manifold ke dalam ruang bakar, begitupun sebaliknya untuk mengeluarkan bahan sisa pembakaran dari silinder pembakaran ke saluran buang.

    Gambar 1.20. Konstruksi Katup (Sumber: myartpasco.blogspot.com)

    Diameter katup masuk (in) lebih besar dari katup buang (ex). Tujuannya agar memaksimalkan aliran bahan bakar masuk ke mesin. Sedangkan katup ex diamaternya kecil karena gas buang lebih mudah keluar dari mesin karena dorongan piston. Selain itu, gas buang juga bertekanan tinggi, jadi tidak akan sulit keluar dari mesin meskipun diameter katup ex kecil.

    Pegas Katup

    Gambar 1.21. Pegas Katup (Sumber: Dokumen Pribadi)

    Pegas katup berfungsi untuk mengatur agar katup rapat dengan dudukannya dan sebagai pegas pengembali. Jenis pegas katup dibagi menjadi 2 yaitu: Pegas Katup Tunggal dan Pegas Katup Ganda. Pegas katup tunggal mempunyai keuntungan meredam getaran, sedangkan pegas katup ganda mempunyai keuntungan meredam getaran karena terdapat daun pegas dengan frekuensi getaran diri yang berbeda dan katup tidak masuk ke ruang bakar jika salah satu pegas putus.

    Jika pegas katup terlalu lemah, katup akan bergetar. Pada putaran tinggi katup tidak akan menutup rapat, melainkan akan melompat-lompat sehingga daya motor kurang. Jika pegas terlalu kuat, keausan pada penggerak katup akan besar dan tuas-tuas katup bisa patah.

    Sil Katup

    Gambar 1.22. Sil Katup (Sumber: Dokumen Pribadi)

    Sil katup berfungsi untuk mencegah minyak pelumas mengalir ke saluran masuk atau buang. Kontruksi sil katup ada 2 macam yaitu: kontruksi umum dan kontruksi lama. Pada kontruksi umum, sil karet terpasang pada ujung pengantar katup, Sedangkan kontruksi lama O-Ring (karet) terpasang sebagai perapat antara ujung katup dan cincin penjamin pegas sehingga oli tidak mengalir pada katup. Untuk mengatur oli keluar, di bawah cincin penjamin terdapat cincin mangkok

    Rocker Arm

    Gambar 1.23. Rocker Arm (Sumber: Wikipedia)

    Rocker arm atau temlar, pelatuk klep pada motor berfungsi sebagai penghubung antara camshaft dengan valve sebagai pengatur naik turunnya (buka-tutup) klep. Rocker arm harus dibuat dengan kepresisian yang tinggi dan menggunakan material yang tepat sehingga dapat membuat pergerakan antara camshaft dan valve lebih presisi, sehingga supply bahan bakar dari karburator ke ruang bakar menjadi efisien.

    Cara kerja dari Rocker arm digerakkan oleh camshaft sehingga dapat menekan valve dengan sempurna. Pergerakan rocker arm oleh camshaft terjadi karena pergesekan/benturan antara permukaan camshaft dengan permukaan rocker arm.

    Poros Cam (Cam Shaft)

    Gambar 1.24. Poros Cam (Sumber: Wikipedia)

    Camshaft adalah sebuah alat yang digunakan dalam mesin torak untuk menjalankan valve poppet. Dia terdiri dari batangan silinder. Cam membuka katup dengan menekannya, atau dengan mekanisme bantuan lainnya, ketika mereka berputar. Untuk alasan ini, camshaft dihubungkan dengan crankshaft secara langsung, atau melalui mekanisme“gear”, atau secara tidak langsung melalui rantai yang disebut rantai waktu. Dalam beberapa rancangan camshaft juga menggerakkan distributor, minyak dan pompa bahan bakar. Juga dalam sistem injeksi bahan bakar dahulu, cam di camshaft akan mengoperasikan penginjeksi bahan bakar tersebut.

    Gambar 1.25. Posisi CamShaft pada engine

    (Sumber: Mekanik Mitsubishi)

    Beberapa mesin menggunakan satu camshaft untuk setiap katup masukan dan katup keluaran; sama dengan yang dikenal sebagai double atau dual overhead cam (DOHC) atau cam ganda yang pelatuk katup mempunyai mekanisme yang secara manual mengatur dan menetapkan pergerakan katup. Mesin-mesin modern mempunyai pengangkat hidraulik, mengurangi pengaturan pergerakan katup. Gesekan luncur antara bagian muka cam dengan follower tergantung kepada besarnya gesekan. Untuk mengurangi aus ini, cam dan follower mempunyai permukaan yang keras, dan minyak pelumas modern mengandung bahan yang secara khusus mengurangi gesekan luncur. Lobe (daun telinga) dari camshaft biasanya meruncing, mengakibatkan follower atau pengangkat katup berputar sedikit dalam setiap tekanan, dan membuat aus komponen. Bagian muka dari cam dan follower dirancang untuk aus bersamaan, jadi ketika salah satu telah aus maka keduanya harus diganti untuk mencegah aus yang berlebihan.

    Jenis-Jenis Penggerak Poros Cam

    1. Timming Gear (Penggerak Roda Gigi)

    Jarak antara poros cam dengan poros engkol harus pendek. Letak poros berada di blok motor. Untuk memperkecil suara selalu digunakan roda gigi miring, roda gigi poros cam dibuat dari bahan sintetis.

    Gambar 1.26. Timming Gear

    (Sumber: bilderbeste.com)

    2. Timming Chain (Penggerak Rantai)

    Jarak antara poros cam dengan poros engkol panjang. Poros cam terletak di atas kepala silinder atau di bawah blok motor. Pada rantai dipasang Tensioner, biasanya Tensioner hidrolis yang bekerja berdasarkan tekanan oli.

    Gambar 1.27. Timming Chain

    (Sumber: bilderbeste.com)

    3. Timming Belt (Penggerak Sabuk)

    Sabuk timing terbuat dari karet sintetis yang diperkuat dengan polyester. Tensioner di penggerak jenis ini perlu distel secara berkala. Jika tidak,sabuk menjadi kendor dan dapat melompat, penyetelan timing menjadi salah dan kemungkinan katup akan bertumbukan dengan torak motor. Jika tensioner distel terlalu kencang, sabuk akan bersuara dan cepat aus.

    Gambar 1.28. Timming Belt

    (Sumber: Medi-CAR Auto Repair)

     

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *