• Sun. Jan 11th, 2026

    Webinar Gratis Bersertifikat

    Informasi Webinar Gratis Bersertifikat Berbagai Bidang - Webinar Pendidikan - Webinar Kesehatan - Webinar Nasional

    macam macam karburator dan penjelasan

    Jan 25, 2021

    Macam-macam Karburator

    1. Karburator tunggal
    2. Karburator bertingkat
    3. Karburator vakum konstan

    Saluran untuk mencampur udara dan bahan bakar yang mengalir dari venturi ke saluran masuk karburator disebut barrel. Bila hanya terdapat satu barrel disebut karburator single barrel, bila dua barrel disebut double barrel. Karburator single barrel umumnya digunakan pada mesin yang ukuran kecil, sedangkan karburator double barrel digunakan pada mesin dengan ukuran yang kecil atau sedang. Karburator vakum konstan bekerja pada prinsip tekanan vakum konstan pada ruang pencampuran. Hal ini berarti ada tekanan yang hampir konstan pada saluran masuk yang bisa diubah-ubah pada putaran dan beban yang berbeda-beda. Kecepatan aliran udara melalui venturi selalu tetap, vakum pada venturi tetap, dan pengabutan bensin baik pada setiap keadaan motor. Perbandingan campuran diatur oleh jarum sesuai posisi torak pengatur

    Perbandingan campuran dapat disesuaikan untuk semua keadaan aliran udara (melalui bentuk tirus jarum). Satu sistem dapat melayani kebutuhan campuran dari keadaan idel sampai beban penuh.

    Karburator Bertingkat

    Masalah pada karburator tunggal

    Kesimpulan :

    Besar dimeter venturi selalu merupakan kompromis antara daya motor dan pembentukan campuran yang baik

    Karburator Bertingkat

    Kegunaan : Menghubungkan keuntungan venturi diameter kecil pada beban rendah dengan Venturi diameter besar pada beban tinggi

    Tingkat I

    Diameter venturi kecil, untuk pengabutan bensin yang baik pada daya motor kecil ( aliran gas sedikit )

    Tingkat II

    Diameter venturi besar, untuk mendapatkan daya motor besar ( aliran gas banyak )

    Urutan pembukaan Katup gas

    Daya motor kecil – Aliran gas sedikit – Hanya tingkat I terbuka

    Daya motor besar – Aliran gas banyak – Ditambah tingkat II

    Pengaturan pembukaan katup gas tingkat II

    Tingkat II biasanya diatur secara automatis

    Tingkat II Dengan Katup Pengatur

    1. Cara kerja pada aliran gas kecil ( daya rendah )

      1. Venturi tingkat I
        Katup gas tingkat I terbuka 2/3 bagian
        Nosel utama tingkat I mengabutkan campuran
      2. Venturi tingkat II
        Katup tingkat II mulaai terbuka
        Vakum yang terjadi pada katup gas tingkat II kecil – katup pengatur tertutup – Tingkat I belum bekerja

    2. Cara kerja pada aliran gas besar ( daya tinggi )

    1. Venturi bertingkat I
      Katup gas tingkat I terbuka penuh
    2. Venturi tingkat II
      Katup gaas tingkat II terbuka penuh
      Vakum yang terjadi pada katup gas tingkat II besar – Katup pengatur terbuka – Tingkat II bekerja.

    Pengatur Tingkat II Dengan Membran

    1. Cara kerja pada aliran gas kecil ( daya rendah )

    1. Tingkat I
      Katup gastingkat I terbuka – ½ bagian
      Nosel utama tingkat I mengabutkan campuran
    2. Cara kerja penggerak katup gas
      Katup gas tingkat I tertutup sampai ¾ terbuka – tuas 1 mengunci penggerak katup gas tingakt II
      Katup gas tingkat I terbuka ¾ bagian sampai penuh – tuas 1 melepas penggerak katup gas tingkat II
    3. Tingkat II
      Kecepatan udara pada venturi I kecil – membran belum terhisap
      Katup gas tingkat II tertutup – Tingkat II belum bekerja

    Cara Kerja Pada Aliran Gas Besar ( Daya Tinggi )

    1. Venturi tingkat I
      Katup gas tingkat I terbuka penuh
    2. Venturi tingkat II
      Kecepatan udara pada venturi tingkat I besar – membran terhisap.
      Katup gas tingkat II terbuka – tingkat II bekerja.
    Karburator Vakum Konstan ( Venturi Variabel )

    Masalah pada karburator konvensional ( Venturi tetap )

    Perbedaan tekanan antara ruang pelampung dan ujung nosel tidak tetap, tergantung pada kecepatan aliran udara yang melalui venturi – perbandingan campuran dan kualitas pengabutan selalu berubah.

    Untuk mengatasi kesulitan dasar ini, karburator konvensional memerluhkan beberapa sistem tambahan yaitu :

    Pengatur celah torak ( venturi ) secara automatis

    Tujuan : menyetabilkan kecepatan udara dan vakum dalam celah torak (venturi)

    Cara kerja

    Pada saat motor dihidupkan, terjadi Vakum pada celah torak pengatur dan ruang isap (saluran berhubungan ),

    Maka :

    Torak pengatur diangkat terhadap gaya pegas – celah diperbesar, maka vakum dalam celah menurun – saat vakum dalam celah seimbang dengan gaya pegas, torak berhenti

    Akibatnya:

    Vakum dalam celah torak tetap karena besar celah diatur sesuai dengan jumlah aliran udara.

    Posisi torak dari beban rendah sampai beban penuh

    Dengan semakin besar pembukaan katup gas, udara dalm celah torak menjadi semakin cepat, maka :

    • Vakum dalam torak bertambah
    • Torak terangkat naik lagi sampai terjadi keseimbangan
    • Celah antara nosel bertambah besar, sehingga jumlah bensin bensin disesuaikan dengan aliran udara yang lebih besar.

    Catatan :

    Vakum yang konstan pada celah juga merupakan kecepatan udara yang konstan.Maka luas penampang celah berhubungan langsung dengan jumlah aliran udara. Dengan demikian, perbandingan campuran dapat diatur secara mudah lewat bentuk tirus pada jarum torak pengatur.

    Keuntungan dan kerugian karburator vakum konstan Keuntungan :
    • Pengabutan bensin tetap baik pada semua keadaan motor – homogenitas campuran lebih baik.
    • Karena hanya ada satu sirkuit maka pergantian proses kerja dari idel sampai beban penuh lebih halus – perbandingan campuran selalu teratur.
    Kerugian :
    • Harga lebih mahal
    • Kesalahan penyetelan idel sekaligus mempengaruhi perbandingan campuran pada beban menengah s/d beban penuh ( pada karburator yang penyetelannya merubah posisi nosel / jarum )
    • Keausan jarum &nosel mempengaruhi perbandingan campuran.

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *