Pemeriksaan dan diagnosa rem
Lihat tentang website kami
Pemeriksaan visual rem tromol. Lepaskan tromol rem sebelum melakukan inspeksi visual. Memeriksa tingkat cairan dalam master silinder dan memeriksa sistem rem hidrolik. Gunakan alat angkat yang tepat untuk menaikkan kendaraan Angkat roda
PERHATIAN:
- Saat mengangkat kendaraan, selalu menggunakan alat angkat yang tepat dan mengamati semua keselamatan. Pastikan tromol benar-benar bersih.
- Asbes adalah zat penyebab kanker. Jangan menghirup debu asbes atau membiarkannya bertebaran di udara. Sediakan peralatan khusus untuk membersihkan debu dan mempersiapkannya pembuangan dengan aman. Jika peralatan ini tidak jangan melakukan pekerjaan rem.
Pemeriksaan sistem rem
- Hati-hati memeriksa perakitan rem dan mencatat setiap indikasi kebocoran cairan. Mengidentifikasi sumber kebocoran. Catatan : – Jika rem belakang pada kendaraan penggerak roda belakang terkontaminasi dengan pelumas, ganti seal poros serta sepatu rem. – Jangan gunakan pembersih mesin pada bagian rem. Gunakan hanya pelarut dibuat khusus untuk rem. Pelarut mesin bensin dan mencemari bagian rem dan dapat menyebabkan kegagalan rem.
- Periksa kampas rem. Periksa ketebalan kampas rem : Catatan: Secara berkala memeriksa kampas rem pada semua kendaraan. Pemeriksaan tahunan yang direkomendasikan untuk kendaraan dengan lebih dari 40.000 mil. Juga memeriksa materi gesekan jika ada suara yang tidak biasa saat pengereman atau jika kemampuan rem menurun, menarik, bergetar, atau kehilangan daya. Periksa kampas rem dari retak, paku keling longgar, hilang atau kanvas yang rusak, atau masalah lainnya.
- Periksa backing plate dari retak dan distorsi, ganti backing plate jika mengalami retak atau distorsi. Pastikan backing plate dipasang dengan aman. Juga memeriksa backing plate lokasi kontak dengan sepatu rem. Jika lokasi ini beralur ganti backing plate.
- Periksa pegas pengembali sepatu rem dari retak dan distorsi. Pastikan pegas terhubung pada kedua ujungnya.
- Pastikan pegas pemegang sepatu rem tidak terdistorsi dan pin tidak bengkok.
- Poin inspeksi rem : Pastikan tuas roda gigi bintang tidak bulat (slek). Pastikan bahwa roda tidak hilang di setiap gigi dan benang penyetel bebas untuk menyetel. Pastikan bahwa tuas pengatur diposisikan dengan baik untuk penyetelannya. Catatan : – Bersihkan unit adjuster jika kotor atau sulit untuk berputar. Dalam rem servo, adjuster dapat dilepas dan dibersihkan tanpa membongkar seluruh rem.
- Periksa anchor pin. Pastikan anchor pin tersambung. Pegas pengembali harus dapat menahan kedua sepatu terhadap anchor pin.
- Periksa kebocoran di sekitar penutup debu silinder roda. Dan cari tanda- tanda kebocoran lain.
- Periksaan rem tromol.
Periksa kondisi umum tromol. Perhatikan jika tromol benjol atau berlekuk. retak atau bintik-bintik biru pada tromol. Tentukan diameter maksimal tromol yang tertera pada tromol. Menggunakan mikrometer dalam untuk mengukur diameter tromol. Jika hasil pengukuran bervariasi kurang dari 0,010 in, berarti tromol konsentris dan selanjutnya diperiksa alurnya. Catatan: – Sebuah alur dapat meningkatkan diameter tromol dua kali dari kedalaman alur. – Alur yang kecil dapat diterima jika tidak melebihi diameter maksimal tromol. – Pada beberapa kendaraan, hub roda merupakan bagian terpadu dari drum. Ketika memeriksa bearing roda, pastikan bahwa cup bantalan berada dalam kondisi baik dan dapat menekan dengan kuat ke hub.
Pemeriksaan dan diagnosa lampu
- Pemeriksaan Saklar (Switch)
1) Periksa sambungan antar terminal yang ada switch (atau konektor switch) dengan menggunakan multimeter (skala ohmmeter x 1Ω) untuk menentukan benar atau baik tidaknya sambungan.
2) Tanda “0 0” menunjukkan terminal yang memiliki hubungan (kontinuitas) yaitu sirkuit/rangkaian tertutup pada posisi switch yang ditunjukkan (yang bersangkutan).
3) Jika terdapat sambungan yang kurang baik atau tidak ada hubungan (kontinuitas), perbaiki atau ganti (bila perlu) switch tersebut.
- Pemeriksaan Lampu Kepala
Jika lampu kepala (depan) tidak menyala, maka:
1) Periksa bola lampu, ganti bila bola lampu putus.
2) Periksa tahanan lighting coil (kumparan penerangan atau spul lampu).
Standar tahanan dan warna kabel kumparan penerangan berbeda setiap merek sepeda motor, lihat buku manual masing-masing. Jika hasil pengukuran terlalu dari standar, ganti kumparan penerangan atau stator alternator.
3) Periksa saklar (switch) lampu. Lihat bagian 9.a tentang pemeriksaan saklar.
4) Periksa saklar lampu jauh dekat (dimmer switch). Untuk memeriksa tahanannya (kontinuitas-nya), lihat bagian 9.a tentang pemeriksaan saklar. Untuk memeriksa tegangannya:
- Pemeriksaan Lampu Sein
Jika lampu tanda belok (sein) tidak menyala, maka:
1) Periksa bola lampu, ganti bila bola lampu putus.
2) Periksa sekering, ganti jika sekering terbakar atau putus. Periksa sambungan kabel rangkaian sistem lampu sein. Perbaiki jika ada yang rusak, terputus, longgar dan sebagainya.
3) Periksa relay (flasher) lampu sein Jika seluruh sambungan dan kabel sistem lampu sein masih bagus, periksa relay lampu sein dengan cara menghubungsingkatkan antara terminal yang ada dalam lampu sein menggunakan kabel jumper. Kemudian periksa nyala lampu sein dengan memposisikan saklar lampu sein ke ‘ON”. Jika lampu sein menyala, berarti relay rusak dan harus diganti dengan yang baru.
- a) Hubungkan multimeter (skala voltmeter) terminal (+) ke konektor lampu lauh maupun lampu dekat secara bergantian (tergantung posisi saklar dimmer tersebut).
- b) Hubungkan terminal (-) multimeter ke massa atau kabel yang menuju massa.
Pengujian Sistem rem
proses pengujian sistem rem pada kendaraan dengan menggunakan alat yang bernama brake tester, dimana brake tester adalah untuk sebuah metode yang memungkinkan penilaian yang dinamis dari sistem pengereman kendaraan bermotor, sementara kendaraan itu sendiri dalam kondisi statis.
Cara melakukan pengujian menggunakan brake tester tipe roller :
- masukkan kendaraan kedalam line pengujian
- pasang pengikat kendaraan agar tidak bergerak dari line pengujian
- sesudah seluruh alat safety pengujian terpasang, lalu hidupkan komputer pembaca dan mesin kendaraan.
- jalankan kendaraan seperti biasa hingga rpm tinggi dan lakukan pengereman secara bervariatif.
- hitung kecepatan roda pada saat proses pengereman, jika sebagian roda kecepatannya berbada pada saat pengereman maka bisa dikatakan rem tidak bekerja sempurna perlu dilakukan kembali servis rem
Pengujian lampu kendaraan
Proses pengujian lampu kendaraan pada umumnya menggunakan Headlight tester dimana headlight tester ini adalah merupakan salah satu alat uji kendaraan bermotor yang dimiliki Dinas Perhubungan Kabupaten Purworejo. Alat ini berfungsi sebagai alat untuk mengukur intensitas cahaya dan sebagai alat untuk mengetahui penyimpangan lampu utama kendaraan bermotor baik penyimpangan ke atas,bawah dan penyimpangan ke kanan maupun ke kiri.
Cara melakukan pengujian lampu kendaraan :
- Masukkan kendaraan kedalam line pengujian
- hidupkan mesin kendaraan dan hidupkan seluruh lampu penerangan
- ketika lampu sudah dinyalakan maka seluruh sensor yg terpasang pada headligt tester langsung membaca seluruh kesalahan dan penyimpangan lamu, Prinsip kerja dari headlight tester ini adalah ketika ada sinar cahaya yang masuk maka sinar tersebut di teruskan ke lensa kemudian dari lensa di pantulkan oleh cermin ke photocell. Di dalam photocell sinar tersebut di serap kemudian di bangkitkan menjadi tegangan oleh OM (operasional amplifier) lalu di tampilkan oleh indikator.
- Cahaya yang masuk dalam OM (Operasional amplifier) tersebut di tampilkan dalam bentuk intensitas cahaya serta apakah ada penyimpangan dari lampu kendaraan bermotor yang tidak simetris terhadap titik fokus headlight tester.
- jika intensitas dan penyimpangan cahaya sesuai dengan standart maka kendaraan lulus uji lampu atau penerangan
Link Download Document.docx DISINI
