• Sun. Jan 11th, 2026

    Webinar Gratis Bersertifikat

    Informasi Webinar Gratis Bersertifikat Berbagai Bidang - Webinar Pendidikan - Webinar Kesehatan - Webinar Nasional

    pemeriksaan dan pengujian pengereman serta lampu kendaraan

    Apr 15, 2020

     

    Pemeriksaan dan diagnosa rem

    Lihat tentang website kami

    Pemeriksaan visual rem tromol. Lepaskan tromol rem sebelum melakukan inspeksi visual. Memeriksa tingkat cairan dalam master silinder dan memeriksa sistem rem hidrolik. Gunakan alat angkat yang tepat untuk menaikkan kendaraan Angkat roda 

    PERHATIAN:  

    1. Saat mengangkat kendaraan, selalu menggunakan alat angkat yang tepat dan mengamati semua keselamatan. Pastikan tromol  benar-benar bersih. 
    2. Asbes adalah zat penyebab kanker. Jangan menghirup debu asbes atau membiarkannya bertebaran di udara. Sediakan peralatan khusus untuk membersihkan debu dan mempersiapkannya pembuangan dengan aman. Jika peralatan ini tidak jangan melakukan pekerjaan rem. 

    Pemeriksaan sistem rem 

    1. Hati-hati  memeriksa perakitan  rem dan mencatat setiap  indikasi kebocoran cairan. Mengidentifikasi sumber kebocoran.  Catatan : – Jika rem belakang pada kendaraan penggerak roda belakang terkontaminasi dengan pelumas, ganti seal poros serta sepatu rem. – Jangan gunakan pembersih mesin pada bagian rem. Gunakan hanya pelarut   dibuat khusus untuk rem. Pelarut mesin bensin dan mencemari bagian rem dan dapat menyebabkan kegagalan rem. 
    2. Periksa kampas rem. Periksa ketebalan kampas rem : Catatan: Secara berkala memeriksa kampas rem pada semua kendaraan. Pemeriksaan tahunan yang direkomendasikan untuk kendaraan dengan lebih dari 40.000 mil. Juga memeriksa materi gesekan jika ada suara yang tidak biasa saat pengereman atau jika kemampuan rem menurun, menarik, bergetar, atau kehilangan daya. Periksa kampas rem dari retak, paku keling longgar, hilang atau kanvas yang rusak, atau masalah lainnya. 
    3. Periksa  backing plate  dari retak dan  distorsi, ganti   backing plate jika mengalami  retak atau distorsi. Pastikan  backing plate dipasang dengan aman. Juga memeriksa backing plate lokasi kontak dengan sepatu rem. Jika lokasi ini beralur ganti backing plate. 
    4. Periksa  pegas pengembali  sepatu rem dari retak  dan distorsi. Pastikan pegas terhubung pada kedua ujungnya. 
    5. Pastikan  pegas pemegang  sepatu rem tidak  terdistorsi dan pin  tidak bengkok.
    6. Poin inspeksi rem : Pastikan tuas roda gigi bintang tidak bulat (slek). Pastikan bahwa roda tidak hilang   di setiap gigi dan benang penyetel bebas untuk menyetel. Pastikan bahwa tuas pengatur diposisikan  dengan baik untuk penyetelannya. Catatan : – Bersihkan unit adjuster jika kotor atau sulit untuk berputar. Dalam rem servo, adjuster dapat dilepas dan dibersihkan tanpa membongkar seluruh rem.  
    7. Periksa anchor pin. Pastikan anchor pin tersambung. Pegas pengembali harus dapat menahan kedua sepatu  terhadap anchor pin. 
    8. Periksa kebocoran di sekitar penutup debu silinder roda. Dan cari    tanda- tanda kebocoran lain. 
    9. Periksaan rem tromol. 

    Periksa kondisi umum tromol. Perhatikan jika tromol benjol  atau berlekuk. retak atau bintik-bintik biru pada tromol. Tentukan  diameter maksimal tromol yang tertera pada tromol. Menggunakan mikrometer   dalam untuk mengukur diameter tromol. Jika hasil pengukuran bervariasi kurang dari 0,010 in, berarti tromol  konsentris dan selanjutnya diperiksa alurnya. Catatan: – Sebuah alur dapat meningkatkan diameter tromol   dua kali dari kedalaman alur. – Alur yang kecil dapat diterima jika tidak melebihi diameter maksimal tromol. – Pada beberapa kendaraan, hub roda merupakan bagian terpadu dari drum. Ketika memeriksa bearing roda, pastikan bahwa cup bantalan berada dalam kondisi baik dan dapat menekan dengan kuat ke hub.  

    Pemeriksaan dan diagnosa lampu

    1. Pemeriksaan Saklar (Switch)

    1) Periksa sambungan antar terminal yang ada switch (atau konektor switch) dengan menggunakan multimeter (skala ohmmeter x 1Ω) untuk menentukan benar atau baik tidaknya sambungan.

    2) Tanda “0 0” menunjukkan terminal yang memiliki hubungan (kontinuitas) yaitu sirkuit/rangkaian tertutup pada posisi switch yang ditunjukkan (yang bersangkutan).

    3) Jika terdapat sambungan yang kurang baik atau tidak ada hubungan (kontinuitas), perbaiki atau ganti (bila perlu) switch tersebut.

    1. Pemeriksaan Lampu Kepala

    Jika lampu kepala (depan) tidak menyala, maka:

    1) Periksa bola lampu, ganti bila bola lampu putus.

    2) Periksa tahanan lighting coil (kumparan penerangan atau spul lampu).

    Standar tahanan dan warna kabel kumparan penerangan berbeda setiap merek sepeda motor, lihat buku manual masing-masing. Jika hasil pengukuran terlalu dari standar, ganti kumparan penerangan atau stator alternator.

    3) Periksa saklar (switch) lampu. Lihat bagian 9.a tentang pemeriksaan saklar.

    4) Periksa saklar lampu jauh dekat (dimmer switch). Untuk memeriksa tahanannya (kontinuitas-nya), lihat bagian 9.a tentang pemeriksaan saklar. Untuk memeriksa tegangannya:

    1. Pemeriksaan Lampu Sein

    Jika lampu tanda belok (sein) tidak menyala, maka:

    1) Periksa bola lampu, ganti bila bola lampu putus.

    2) Periksa sekering, ganti jika sekering terbakar atau putus. Periksa sambungan kabel rangkaian sistem lampu sein. Perbaiki jika ada yang rusak, terputus, longgar dan sebagainya.

    3) Periksa relay (flasher) lampu sein Jika seluruh sambungan dan kabel sistem lampu sein masih bagus, periksa relay lampu sein dengan cara menghubungsingkatkan antara terminal yang ada dalam lampu sein menggunakan kabel jumper. Kemudian periksa nyala lampu sein dengan memposisikan saklar lampu sein ke ‘ON”. Jika lampu sein menyala, berarti relay rusak dan harus diganti dengan yang baru.

    1. a) Hubungkan multimeter (skala voltmeter) terminal (+) ke konektor lampu lauh maupun lampu dekat secara bergantian (tergantung posisi saklar dimmer tersebut).
    2. b) Hubungkan terminal (-) multimeter ke massa atau kabel yang menuju massa.

    Pengujian Sistem rem

     

    Automated Brake Tester | Crypton

     

    proses pengujian sistem rem pada kendaraan dengan menggunakan alat yang bernama brake tester, dimana brake tester adalah untuk sebuah metode yang memungkinkan penilaian yang dinamis dari sistem pengereman kendaraan bermotor, sementara kendaraan itu sendiri dalam kondisi statis.

      Cara melakukan pengujian menggunakan brake tester tipe roller :

    1. masukkan kendaraan kedalam line pengujian
    2. pasang pengikat kendaraan agar tidak bergerak dari line pengujian
    3. sesudah seluruh alat safety pengujian terpasang, lalu hidupkan komputer pembaca dan mesin kendaraan.
    4. jalankan kendaraan seperti biasa hingga rpm tinggi dan lakukan pengereman secara bervariatif.
    5. hitung kecepatan roda pada saat proses pengereman, jika sebagian roda kecepatannya berbada pada saat pengereman maka bisa dikatakan rem tidak bekerja sempurna perlu dilakukan kembali servis rem

    Pengujian lampu kendaraan

    Alat Uji Lampu Utama Kendaraan

    Proses pengujian lampu kendaraan pada umumnya menggunakan Headlight tester dimana headlight tester ini adalah merupakan salah satu alat uji kendaraan bermotor yang dimiliki Dinas Perhubungan Kabupaten Purworejo. Alat ini berfungsi sebagai alat untuk mengukur intensitas cahaya dan sebagai alat untuk mengetahui penyimpangan lampu utama kendaraan bermotor baik penyimpangan ke atas,bawah dan penyimpangan ke kanan maupun ke kiri.

    Cara melakukan pengujian lampu kendaraan :

    1. Masukkan kendaraan kedalam line pengujian
    2. hidupkan mesin kendaraan dan hidupkan seluruh lampu penerangan
    3. ketika lampu sudah dinyalakan maka seluruh sensor yg terpasang pada headligt tester langsung membaca seluruh kesalahan dan penyimpangan lamu, Prinsip kerja dari headlight tester ini adalah ketika ada sinar cahaya yang masuk maka sinar tersebut di teruskan ke lensa kemudian dari lensa di pantulkan oleh cermin ke photocell. Di dalam photocell sinar tersebut di serap kemudian di bangkitkan menjadi tegangan oleh OM (operasional amplifier) lalu di tampilkan oleh indikator.
    4. Cahaya yang masuk dalam OM (Operasional amplifier) tersebut di tampilkan dalam bentuk intensitas cahaya serta apakah ada penyimpangan dari lampu kendaraan bermotor yang tidak simetris terhadap titik fokus headlight tester.
    5. jika intensitas dan penyimpangan cahaya sesuai dengan standart maka kendaraan lulus uji lampu atau penerangan

    Link Download Document.docx DISINI

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *