1. Memeriksa rangka dari kerusakan seperti kebengkokan maupun keretakan pada pipa-pipa dan bagian lainnya.
a) Luruskan stang stir, periksa kelurusan antara roda depan dan belakang.

b) Apabila roda depan dan belakang tidak segaris, periksa posisi chain adjuster dari ketepatan posisinya antara sisi kiri dan kanan.
c) Apabila roda depan dan belakang terlihat miring ke satu arah, lakukan permeriksaan pada bagian-bagian swing arm ataupun suspensi depan dari kebengkokan/rangka yang
d) Gunakan cairan (Penetrant) untuk memeriksa terjadinya keretakan pada rangka. Ikuti petunjuk pemakaian penetrant pada saat memeriksa keretakan

e) Apabila keretakan muncul pada bagian cat, lakukan juga pemeriksaan secara teliti bagian rangka di
f) Perbaikan rangka yang mengalami keretakan dengan cara mengelas bagian yang retak, setelah terlebih dahulu diluruskan/dikembalikan kedudukannya ke posisi
2. Pemeriksaan dan penyetelan sistem
a) Memeriksa keselarasan dari pergerakan sistem kemudi, dengan cara meletakkan balok kayu di bawah mesin sehingga roda depan terangkat dan dapat bergerak
b) Belokkan batang kemudi ke kanan-kiri secara perlahan-lahan sambil merasakan kelancaran pergerakannya. Sebelumnya perhatikan juga kedudukan kabel-kabel jangan ada yang menahan kebebasan sistem
c) Apabila kemudi terlalu berat atau terlalu ringan, putar mur pengikatnya sampai mencapai ketepatan. Cara pengencangan mur pengikat adalah mengencangkan mur pengikat dengan kuat, kemudian kembalikan putarannya (kendorkan) ke arah kebalikan sebanyak ± 1/8 putaran sampai gerakan kemudi terasa sempurna.

d) Apabila setelah disetel masih belum teratasi, lepaskan roda depan dan seluruh susunan sistem kemudi sambil memperhatikan kemungkinan poros kemudinya bengkok, peluru- peluru dan dudukan peluru aus/retak atau kemungkinan kurang gemuk
e) Periksa tekanan angin, sesuaikan dengan spesifikasi
BACA JUGA: pengertian sistem kemudi sepeda motor
3. Pembongkaran dan pemasangan sistem kemudi
1) Membongkar steering stem
- Melepas stang stir dan kunci kontak
- Melepas stem nut dan ringnya, roda depan dan suspensi depan, kemudian melepas fork top bridge.
- Untuk melepas lock nut, bengkokkan lock washer tab, kemudian melepas lock nut dan lock washer


- Melepas bearing adjustment nut.
Apabila bearing yang digunakan jenis yang terlepas (steel ball), perhatikan agar tidak ada steel ball yang berjatuhan/berantakan.


- Melepas dust seal dan top cone race (inner race) dan melepas steering stem.
- Memeriksa steel ball dan top/bottom cone dari keausan, retak atau pecah, pastikan steel ball tidak ada yang tercecer/hilang. Steel ball yang aus harus diganti baru, demikian pula dengan top/bottom cone (baik inner maupun outer race).
- Memeriksa steering stem dari kemungkinan retak/bengkok. Steering stem yang retak harus diganti


2) Memasang steering stem
- Melumasi top/bottom cone dengan gemuk pelumas, kemudian memasang steel ball. Pastikan jumlah steel ball tidak
- Memasang kembali steering stem, sampai menyentuh batas maksimum perputarannya untuk menepatkan dudukan steel ball.
- Memasang top cone (inner) race dan bearing adjustment nut, kencangkan sesuai torsi

- Pastikan steering stem bergerak dengan lancar, kemudian kendorkan bearing adjustment nut.
- Stel kembali kekencangan bearing adjustment nut sesuai spesifikasi, pastikan steering stem bergerak lancar tanpa ada hambatan.


- Pasang kembali semua komponen lainnya dengan urutan kebalikan dari
4. Cara mengatasi gangguan pada sistem rangka dan kemudi sepeda motor.
| No | Gangguan | Kemungkinan Penyebab | |
|
1. |
Kelainan suara pada bagian sekitar mesin | a.
b.
c.
d. | Kerusakan atau retak pada engine mounting Keretakan atau kerusakan pada bagian-bagian yang dilas Kebengkokan dan kerusakan pada rangka Masalah-masalah pada mesin |
|
2. | Kelainan suara pada saat pengendaraan | a.
b.
c. | Kerusakan/kebengkokan pada engine mounting Kerusakan pada bagian-bagian yang dilas Kerusakan atau kebengkokan pada rangka |
|
3. |
Stang kemudi cenderung berbelok ke satu arah pada saat pertambahan atau pengurangan kecepatan | a. b.
c. d.
e.
f. | Kebengkokan pada rangka Kebengkokan pada suspensi yang dilas Kebengkokan pada swing arm Kebengkokan pada penghubung garpu Kedudukan peredam kejut tidak seimbang Poros roda depan bengkok |
| 4. | Kemudi terlalu berat | a. b.
c. d. | Poros kemudi diikat terlalu kencang Peluru-peluru pecah atau kekurangan gemuk pelumas Poros kemudi bengkok Tekanan angin ban terlalu rendah |
| 5. | Kemudi terlalu ringan/kocak | a. b. c. | Peluru-peluru pecah/aus Dudukan peluru aus/pecah Mur pengikat poros kemudi kendor |
BACA JUGA: pengertian sistem rangka sepeda motor

