• Sun. Jan 11th, 2026

    Webinar Gratis Bersertifikat

    Informasi Webinar Gratis Bersertifikat Berbagai Bidang - Webinar Pendidikan - Webinar Kesehatan - Webinar Nasional

    komponen penggerak roda sepeda motor

    Jun 6, 2020
    RODA SEPEDA MOTOR

    Roda depan dan belakang sepeda motor berfungsi sebagai penunjang sepeda motor untuk dapat berjalan. Pada sepeda motor pada umumnya (penggerak roda belakang), roda belakang juga berfungsi sebagai penerus tenaga mesin ke permukaan jalan sehingga sepeda motor dapat berjalan. Komponen-komponen roda sebagai penggerak pada sepeda motor adalah : (1) Rantai roda (wheel chain), (2) Teromol roda (wheel hub), (c) Pelek (rim) dan jari-jari roda, dan (4) Ban (tyre).

    • Rantai Roda

    Rantai roda berfungsi sebagai penerus tenaga mesin  yang disalurkan oleh transmisi ke roda belakang.

    Rantai roda terdiri dari dua jenis, yaitu :

    1. Master link, pada jenis ini terdapat sambungan rantai, sehingga dengan mudah dapat dilepaskan. Pada umumnya sepeda motor menggunakan rantai jenis master link.

      Gambar 68. Rantai Roda Jenis Master Link                                                           
    2. Endless, merupakan rantai roda sepeda motor tanpa menggunakan sambungan (master link) sehingga tidak dapat dilepas tanpa merusak konstruksi rantai. Rantai jenis endless umumnya digunakan pada sepeda motor besar, misalnya Honda CB750.

    Konstruksi rantai dibuat menggunakan pin-pin dan pelat-pelat samping yang dihubungkan sedemikian rupa sehingga memungkinkan rantai dapat meneruskan tenaga putaran ke roda dengan baik. Menurut konstruksinya, jenis pin rantai roda dapat dibagi menjadi dua, yaitu :

    1. Jenis straight-pin. Bentuk dari poros pin lurus, sehingga pin dengan mudah dapat
    2. Jenis shoulder-pin. Pada jenis ini pin tidak dapat dilepaskan, yang harus dilepas adalah pelat-pelat
    Gambar 69. Jenis Pin Rantai
    • Teromol roda (wheel hub)

    Teromol roda berfungsi sebagai penopang roda pada poros roda dan sebagai dudukan sprocket rantai maupun sistem rem. Konstruksi teromol roda depan dan belakang dapat dilihat pada gambar di bawah ini.

    1. Teromol Roda Depan (Rem Cakram)
    2. Teromol Roda Belakang (Rem Tromol)

    Gambar 70. Konstruksi Teromol Roda Depan dan Belakang

    • Pelek (rim) dan jari-jari roda

    Pelek berfungsi untuk memasangkan ban pada roda, sedangkan jari- jari roda berfungsi sebagai penghubung antara teromol roda dengan pelek (untuk pelek tipe standar/menggunakan jari-jari). Jari-jari roda juga berfungsi sebagai penopang berat sepeda motor, penerus tenaga yang dibebankan melalui roda, sekaligus sebagai penyerap getaran/goncangan dari keadaan permukaan jalan.

    Tipe pelek yang umum digunakan pada sepeda motor :

    1. Pelek tipe standar (jari-jari)
    2. Pelek tipe racing (cast wheel)

    Menurut jenis ban yang digunakan (tube type dan tubeless), pelek dibedakan menjadi dua, yaitu :

    1. Pelek untuk ban tube type, dan
    2. Pelek untuk ban tubeless

    Gambar 71. Pelek Untuk Ban Tubeless

    Pemakaian pelek yang tidak sempurna akan mengakibatkan :

    1. Posisi kedudukan bead kurang sempurna (tidak melekat dengan baik). Akibatnya, ketika menikung ban mungkin lepas dari pelek.
    2. Tidak dapat  menjaga tekanan angin ban tubeless dengan sempurna.
    3. Ban dalam mungkin koyak karena terjepit bead pada pelek yang lebih sempit.
    4. Pada pelek yang lebih lebar, dinding samping ban terlalu tegang (tidak lentur), sehingga pengendaraan menjadi keras.

    Gambar 72. Posisi Ban Terhadap Pelek

    Penggunaan ban dan pelek yang sesuai :

    1. Gunakan pelek ukuran standar, sesuai dengan ukuran
    2. Gunakan pelek tubeless untuk ban tubeless.
    3. Mengemudi dengan cara yang
    • Ban (tyre)

    Ban adalah satu-satunya bagian kendaraan yang berhubungan permukaan jalan. Ban tidak dapat berdiri sendiri pada kendaraan, akan tetapi harus dipasang pada pelek supaya dapat dipergunakan. Ban mempunyai fungsi sebagai berikut :

    1. Menahan seluruh berat
    2. Karena berhubungan dengan permukaan jalan, maka ban akan memindahkan gaya gerak dan gaya pengereman kendaraan ke jalan, dan juga mengontrol start, akselerasi, deselerasi, pengereman dan
    3. Mengurangi kejutan yang disebabkan oleh permukaan jalan yang tidak

    Gambar berikut menunjukkan konstruksi dasar ban.

    Gambar 73. Konstruksi Dasar Ban

    a)  Carcass (Cassing)

    Carcass merupakan rangka ban yang keras, cukup kuat untuk menahan udara yang bertekanan tinggi, tetapi harus cukup fleksibel untuk meredam perubahan beban dan benturan. Carcass terdiri dari ply (layer) dari tire cord (lembaran anyaman paralel  dari  bahan  yang  kuat)  yang  direkatkan  menjadi satu dengan karet. Cord pada ban sepeda motor biasanya terbuat dari polyester atau nylon.

    b)  Tread

    Tread adalah lapisan karet luar yang melindungi carcass terhadap keausan dan kerusakan yang disebabkan oleh permukaan jalan. Ini adalah bagian yang langsung berhubungan dengan permukaan jalan dan menghasilkan tahanan gesek yang memindahkan gaya gerak dan gaya pengereman kendaraan ke permukaan jalan.

    BACA JUGA: sistem suspensi depan dan belakang sepeda motor

    Pola tread terdiri dari alur yang terdapat pada permukaan tread, dan dirancang untuk memperbaiki kemampuan ban dalam memindahkan gaya ke permukaan jalan.

    Pola dasar tread pada sepeda motor :

    • Pola Rib

    Jalur-jalurnya relatif sempit dengan corak yang sesuai dan tepar untuk melayani pengendalian sepeda motor secara aman. Pola tread ini disebut pola rib (rib pattern), biasa digunakan pada ban depan sepeda motor.

    • Pola Block

    Jalur-jalurnya dibuat ketat terhadap permukaan jalan. Pola block (block pattern) mampu memaksimalkan efisiensi penyaluran tenaga mesin ke permukaan jalan, oleh karena itu pola ini cocok digunakan pada ban belakang sepeda motor.

    Gambar 74. Pola Tread

    • Sidewall

    Sidewall adalah lapisan karet yang menutup bagian samping ban dan melindungi carcass terhadap kerusakan dari luar. Sebagai bagian ban yang paling besar dan paling fleksibel, sidewall secara terus menerus melentur di bawah beban yang dipikulnya selama berjalan. Pada sidewall tercantum nama pabrik pembuat, ukuran ban, dan informasi lainnya.

    • Bead

    Untuk mencegah robeknya ban dari rim oleh karena berbagai gaya yang bekerja, sisi bebas atau bagian samping ply dikelilingi oleh kawat baja yang disebut kawat bead. Udara bertekanan di dalam ban mendorong bead keluar pada rim dan tertahan kuat disana. Bead dilindungi dari kerusakan karena gesekan dengan pelek dengan jalan memberinya lapisan karet keras yang disebut chafer strip. Konstruksi bead secara lebih rinci dapat dilihat pada gambar di bawah ini.

    Gambar 75. Konstruksi Bead

    Flipper : Pembungkus bead wire yang memiliki bentuk sedemikian rupa sehingga cocok dengan bentuk ban pada bead (Memakai karet pengisi bead yang berbentuk segitiga).

    Bead Toe : Bagian bead sebelah dalam.

    Bead Heel : Bagian bead yang kontak dengan pelek pada flens.

    Bead Base : Bagian bead yang datar, yang berada di antara bead toe dan bead heel.

    Chafer      : Lapisan   terluar   yang   membungkus   bead   untuk mencegah kerusakan karena gesekan dengan pelek.

    Bead Wire : Kawat baja yang mengandung kadar karbon tinggi menjamin pemasangan ban ke pelek.

     

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *