• Sat. Jan 10th, 2026

    Webinar Gratis Bersertifikat

    Informasi Webinar Gratis Bersertifikat Berbagai Bidang - Webinar Pendidikan - Webinar Kesehatan - Webinar Nasional

    cara kerja silinder master rem dan komponennya

    Apr 26, 2021

    Ketika rem tidak digunakan.

    Piston cup dari piston No.1 dan No.2 berada pada inlet port dan compensating port, dan memberikan ruang antara master cylinder dan tangki reservoir. Piston No.2 didorong ke kanan oleh tenagadari pegas

    pendorong No.2, tetapi ditahan supaya tidak terlalu jauh oleh stopper bolt.

    C:\Users\danie\OneDrive\Pictures\Capture.PNG

    Ketika pedal rem ditekan

    Piston No. 1 bergerak ke kiri dan piston cup menyegel compensating port untuk menutup saluran antara silinder dan tangki reservoir. Saat piston didorong lebih jauh, tekanan hidrolis di dalam master cylinder naik. Tekanan ini ditujukan untuk wheel cylinder belakang. Karena tekanan hidrolis yang sama juga mendorong piston No. 2, piston No. 2 bekerja dengan cara yang sama seperti piston No. 1, dan berfungsi pada wheel cylinder depan.

    Bila pedal rem dilepas.

    Piston dikembalikan ke posisinya semula oleh tekanan hidrolis dan tenaga pegas pembalik. Namun, karena cairan rem tidak langsung kem bali dari wheel cylinder, tekanan hidrolis di dalam master cylinder untuk sementara turun (terbentuk hampa udara). Sebagai akibatnya, cairan rem di dalam tangki reservoir mengalir ke master cylinder melalui port pintu masuk, melalui banyak lubang yang ada pada ujung piston, dan disekitar garis keliling dari piston cup. Setelah piston kembali ke posisinya semula, cairan rem yang secara bertahap kembali dari wheel cylinder ke master cylinder mengalir ke tangki reservoir melalui compensating port. Compensating port juga menyerap perubahan pada volume cairan rem yang dapat terjadi di dalam silinder akibat perubahan temperatur. Ini menjaga agar tekanan hidrolis tidak naik saat rem tidak digunakan.

    Komponen sistem rem

    1. Disc brake (piringan cakram)

    Piringan rem (Cakram), pada umumnya dibuat dari besi tuang yang diberikan lubang pada permukaan geseknya untuk ventilasi dan menampung kotoran/debu yang menempel pada permukaan cakram maupun pada brake pad.

    2. Brake pad/disc pad

    Brake pad/disc pad, terbuat dari campuran metallic fiber dan sedikit serbuk besi (biasa disebut semi metallic disc pad).

    Pada beberapa pad, penggunaan metallic plate (anti-sequel shim) dipasangkan pada sisi piston dari pad untuk mencegah bunyi pada saat pengereman.

    3. Pipa/slang rem

    Pipa/slang rem, merupakan saluran yang berfungsi menyalurkan tekanan hydraulic fluida dari master silinder ke caliper

    4. Caliper

    1. Caliper, sering disebut cylinder body, berfungsi untuk memegang piston-piston dan dilengkapi dengan saluran minyak rem

    2. Minyak rem, merupakan fluida yang berfungsi sebagai media penerus gaya pengereman dalam bentuk tekanan hidrolis ( hydraulic pressure) ke brake piston pada caliper.

    Minyak rem adalah cairan yang tidak mengandung minyak bumi, sebagian besar terdiri dari alkohol dan susunan kimia dan ester. Persyaratan kualitas yang diperlukan pada minyak rem antara lain:

    1. Titik didih yang tinggi, agar tidak mudah mendidih oleh temperatur yang tinggi akibat proses kerja pengereman. Minyak rem yang mendidih akan menyebabkan berkurangnya gaya pengereman karena timbul gelembung-gelembung udara di dalam saluran minyak rem ( Vapour lock).
      1. Kemampuan mencegah karat pada logam dan karet. Kerapatan akan berkurang bila minyak rem merusak seal, dan ini akan menyebabkan kebocoran yang berdampak hilangnya tenaga hidrolis. Minyak rem dibuat dari bahan sintetis dengan maksud agar tidak merusak karet, dan menghindari karat pada logam
      2. Viskositas. Minyak rem harus memiliki kekentalan ( viscosity) tertentu untuk meneruskan tekanan dengan perubahan temperatur yang bervariasi. Minyak rem mempunyai 4 klasifikasi FMVSS (Federal Motor Vehicle Safety Standard). Klasifikasi ini berdasarkan titik didih minyak rem tersebut, dinyatakan oleh DOT (Department Of Transportation). Semakin tinggi nilai DOT, titik didih minyak rem tersebut semakin tinggi (atau dengan kata lain kualitasnya juga semakin tinggi).

    Hal-hal yang wajib diperhatikan dalam melakukan penanganan minyak rem:

    BACA JUGA : pemasangan dan pemeriksaan peredam kejut depan mobil

    1. Jangan mencampur minyak rem yang memiliki kemampuan berbeda,
    2. Jangan sampai minyak rem tercemar dengan air atau minyak lain yang tidak sejenis,
    3. Menyimpan minyak rem yang tidak digunakan di dalam tempat kemasan yang tertutup rapat. Kesalahan penanganan minyak rem akan menyebabkan komposisinya berubah, menurunkan titik didih maupun mengotori/mencemari minyak rem sehingga kualitasnya menurun.
    4. Brake piston : Sebuah besi bulat yang memanjang dan menekan brake pad ketika cairan hidrolik diterima dari silinder master..

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *