• Sun. Jan 11th, 2026

    Webinar Gratis Bersertifikat

    Informasi Webinar Gratis Bersertifikat Berbagai Bidang - Webinar Pendidikan - Webinar Kesehatan - Webinar Nasional

    diagnosis dan memperbaiki kerusakan mekanisme kepala silinder

    Jan 13, 2021

    Berikut ini beberapa informasi mengenai penyebab dan masalah yang sering terjadi atau dialami pada bagian cylinder head mobil, antara lain:

    1. Bocornya Katup Cylinder Head Mobil

    Gambar 1.29. Katup Bocor (Sumber: Medi-CAR Auto Repair)

    Klep atau katup cylinder head mobil tentu dapat mengalami kebocoran karena telah aus. Bocornya klep atau katup cylinder head dapat berpengaruh pada bagian kompresi mobil. Katup yang mengalami kebocoran dapat berakibat pada kinerja mesin mobil yang menurun. Katup atau klep pada cylinder head akan mengalami keausan jika saling berbenturan secara terus-menerus.

    Solusi Perbaikan:

    Bila daun katup aus hanya sedikit maka perbaikan dapat dengan cara men-sekir lagi, namun apabila daun katup tersebut pecah maka untuk memperbaikinya harus dengan melakukan penggantian dengan yg baru.Dan setiap penggantian katup yg baru di- sekir lagi lebih dahulu hal ini bertujuan supaya kedudukan daun katup dapat merapat dengan setting katup dari kepala silinder.

    Gambar 1.30. Men-skir Katup (Sumber: Medi-CAR Auto Repair)

    2. Cylinder Head Memuai

    Cylinder head juga dapat mengalami pemuaian yang dikarenakan oleh mesin yang sudah begitu panas. Mesin akan memanas yang disebabkan oleh pendingin mesin yang telah mati atau kekurangan air pendingin. Memuainya cylinder head akan berakibat pada air radiator dan oli yang akan menyatu atau tercampur, dikarenakan antara blok mesin dan juga cylinder head yang memuai tersebut.

    Gambar 1.31. Kepala Silinder Memuai (Sumber :Medi-CAR Auto Repair)

    Ketika cylinder head memuai, air akan memasuki lubang-lubang oli dan oli pun juga akan memasuki lubang air pada mobil. Untuk menghindari kejadian satu ini, Anda perlu memeriksa kondisi air radiator dan juga mesin pendingin mobil secara rutin. Khusus bagi Anda pengendara yang suka dan sering melakukan perjalanan jauh. Untuk mengatasi hal tersebut, Anda perlu membuat permukaan bagian cylinder head mobil tersebut agar rata kembali.

    Solusi Perbaikan:

    Cara mengatasi masalah kepala silinder yang memuai akibat panas berlebih (Over Heat) yaitu dengan cara membuka kepala silinder kemudian melihat packing kepala silinder untuk memastikan bagian permukaan mana yang mengalami pemuaian, secara kasat mata mungkin tidak terlihat jelas pemuaian permukaan pada kepala silinder, akan tetapi jika kita periksa dengan alat kerataan permukaan makan akan tampak letak perbedaan permukaannya.

    Apabila kepala silinder ini telah mengalami pemuaian, maka solusinya tidak lain hanyalah diratakan menggunakan mesin gerinda hingga permukaan kepala silinder kembali rata. Kemudian pada saat pemasangan packing menggunakan packing kingrid yang bertujuan apabila kepala silinder terpasang, baut akan menekan dan gasket menutupi bagian yang terisi udara jadi tidak memungkinkan akan kembali terjadi kebocoran.

    3. Rusaknya Packing Bagian Cylinder Head Mobil

    Tak hanya dapat memuai dan mengakibatkan tercampurnya oli dan air radiator, packing cylinder head yang mengalami kerusakan juga dapat membuat oli dan air tercampur. Packing cylinder head dapat mengalami kerusakan ketika sudah terlalu lama dipakai atau terjadinya proses pemasangan yang salah. Segeralah ganti komponen yang baru jika packing cylinder head mobil Anda telah terindikasi kerusakan.

    Gambar 1.32. Packing Rusak (Sumber :Medi-CAR Auto Repair)

    Solusi Perbaikan:

    Langkah-langkah pergantian packing cylinder head pada mobil, antara lain:

      1. Langkah pertama yang perlu Anda lakukan untuk melakukan proses mengganti packing silinder head ialah membuka cover.
      2. Berikutnya, Anda perlu membuka koil yang terpasang, cukup koil dan jangan membuka busi.
      3. Untuk memudahkan proses penggantian, Anda perlu membuka beberapa komponen seperti filter udara yang tentunya dapat membuat akses ke silinder mesin lebih mudah.
      4. Selanjutnya, Anda memasuki proses untuk melepas selang pernafasan mesin, jangan lupa juga untuk mencabut katup PCV (Positif Crankcase Ventilasi)
      5. Setelah itu, anda perlu melepas baut-baut sebanyak 7 buah yang ada pada silinder mesin menggunakan kunci nomor 10 mm dengan proses pelepasan berurut dari 1 sampai 7.
      6. Kemudian, barulah Anda dapat menarik cover silinder head ke atas untuk dilepas, dalam proses ini Anda juga perlu berhati-hati karena proses melepas cover akan melewati selang AC, power steering dan juga timing chain. Setelah cover dilepas, paking silinder akan menempel pada cover tersebut dengan keadaan patah atau bahkan sobek sewaktu dicoba lepas. Begitupun seal busi yang juga menempel pada cover.
      7. Berikutnya, Anda juga perlu melakukan proses pembersihan silinder mesin. Lakukan pembersihan dengan menggosok dari dalam ke luar agar kotoran dapat tersingkir dan tidak jatuh ke dalam. Jangan lupa juga lakukan pembersihan terhadap cover silinder head yang telah dibuka sebelumnya.
      8. Langkah selanjutnya, Anda dapat menggunakan atau memberi sealant pada tempat atau posisi packing yang berfungsi agar packing atau gasket tetap merekat juga menempel ketika cover silinder head dibalik untuk dipasang.
      9. Kemudian, mulailah untuk memasang packing yang baru pada cylinder head cover dan beri sealant pada bundaran karet yang terdapat di packing.
      10. Anda juga dapat memberi sealant pada cover timing.
      11. Setelah selesai, anda baru dapat memasang kembali cover secara hati-hati pastikan pula seal busi beserta packing yang baru telah merekat pas pada tempatnya dan juga tidak terlepas ketika pemasangan.
      12. Setelah cover dipasang kembali, pasanglah 7 buah baut yang sebelumnya telah dilepas, pasang dan putar perlahan-lahan secara bergantian agar tekanan cylinder head cover dapat merata, kencangkan dengan kisaran momen 8 newton meter atau 0.8 kg-m.
      13. Bersihkan sealant apabila terdapat sisa-sisa yang menempel pada bagian cover.
      14. Selanjutnya, anda perlu memasang kembali seluruh komponen yang telah dibuka sebelumnya seperti selang breather, katup atau valve PCV, dipstick, filter udara, dan yang terakhir pasang kembali cover plastik.
    4. Cylinder Head Mengalami Keretakan

    Retaknya cylinder head mobil juga merupakan permasalahan umum yang sering terjadi pada komponen satu ini. Mesin yang terlalu panas karena kurangnya proses pendinginan pada bagian mesin merupakan penyebab rusaknya cylinder head mobil.

    Gambar 1.33. Kepala Silinder Rusak (Sumber: Medi-CAR Auto Repair)

    Solusi Perbaikan:

    Mengatasi Cylinder Head yang retak bisa ditangani dengan pengelasan, dengan pengelasan yang tepat makan akan membuat cylinder head mampu berfungsi secara maksimal. Dengan menggunakan bahan kawat las cast iron khusus dengan inti nikel- tembaga yang sangat baik untuk pengelasan komponen yang terbuat dari besi cor yang mengandung tembaga, bisa dilakukan tanpa pemanasan awal atau dengan pemanasan awal (sampai 200oC).

    5. Kerapatan Katup

    Gambar 1.34. Kerapatan Katup (Sumber: Gridoto)

    Kerapatan katup dari dudukannya ini harus tetap dijaga agar performa mesin tetap optimal. Kondisi kepala katup dengan dudukannya bila tidak rapat akan menyebabkan beberapa masalah pada mesin antara lain:

    a. Tekanan kompresi turun

    Gambar 1.35. Tekanan Kompresi Turun (Sumber: autoexpose.org)

    Apabila katup tidak rapat baik pada katup hisap dan katup buang maka sudah tentu tekanan kompresi juga akan turun karena terjadinya kebocoran kompresi. Saat langkah kompresi terjadi yaitu campuran bahan bakar dan udara yang telah dihisap masuk ke dalam ruang bakar kemudian ditekan oleh piston ke atas maka campuran bahan bakar dan udara ini dapat keluar dari dalam ruang bakar melalui bagian katup yang kurang rapat sehingga tekanan kompresi pun akan menjadi turun.

    b. Tenaga Mesin Turun

    Gambar 1.36. Tekanan Kompresi Turun (Sumber: membelipengalaman.blogspot.com)

    Akibat tekanan kompresi turun maka tekanan pembakaran maksimal akan sulit untuk diperoleh sehingga tenaga mesin pun akan menjadi kurang optimal.

    c. Mesin Menjadi Susah Hidup

    Efek dari kebocoran katup ini tadi telah disebutkan di atas bahwa tekanan kompresi mesin akan turun. Salah satu syarat terjadinya pembakaran yang baik pada mesin adalah tekanan kompresi yang cukup sehingga bila tekanan kompresi ini menghilang maka mesin akan susah untuk hidup.

    Gambar 1.37. Mesin menjadi susah hidup (Sumber: AutoExpose)

    d. Busi Cepat Rusak

    Gambar 1.38. Kerusakan Busi (Sumber :Otosia.com)

    Busi yang cepat rusak dapat disebabkan karena katup yang tidak rapat atau bocor. Sudah dijelaskan di atas, bahwa kebocoran katup akan membuat mesin menjadi susah untuk hidup, apabila mesin terus dipaksa untuk hidup atau terus di starter maka campuran bahan bakar dan udara yang masuk ke dalam ruang bakar akan menjadi terlalu banyak sehingga dapat menyebabkan gejala busi basah karena bahan bakar yang berada di sekitar elektroda busi. Adanya bahan bakar pada elektroda busi ini akan membuat busi menjadi cepat rusak.

    e. Oli Masuk Ke Ruang Bakar

    Gambar 1.39. Oli pada ruang bakar (Sumber: Dopkumen Pribadi)

    Akibat lainnya dari kondisi katup yang tidak rapat dapat menyebabkan oli masuk ke dalam ruang bakar. Pada katup terdapat bos atau bushing katup, bushing katup merupakan komponen yang menjaga agar oli tidak merembes masuk ke dalam ruang bakar (pada bushing katup atau bos klep juga terdapat seal yang mencegah oli masuk ke ruang bakar). Apabila bos klep ini rusak dan katup atau klep tidak rapat maka oli yang melumasi bagian kepala silinder ini nantinya dapat masuk ke dalam ruang bakar. Bila hal ini dibiarkan maka lama-kelamaan oli mesin dapat habis karena masuk ke dalam ruang bakar dan ikut terbakar.

    f. Timbulnya Asap Putih pada Knalpot

    Gambar 1.40. Oli pada ruang bakar (Sumber: PT.Toyota Astra)

    Gejala timbulnya asap putih pada knalpot disebabkan karena oli yang ikut terbakar selama proses langkah usaha atau langkah pembakaran mesin. Seperti yang sudah dijelaskan di atas, bahwa kondisi katup yang tidak rapat dapat menyebabkan oli masuk ke dalam ruang bakar sehingga oli dapat terbakar bersama campuran bahan bakar dan udara. Bila hal ini dibiarkan maka akan menimbulkan polusi udara.

    Solusi Perbaikan:
        1. Lepas saluran PCV yang berada di dekat saluran udara setelah filter, jika ada tetesan oli maka ada potensi jika oli bocor dari rusaknya separator. Untuk memastikannya, lepas pula saluran udara dan apabila banyak oli dipermukaan dalam saluran udara berarti itu penyebabnya.
        2. Solusinya, Anda perlu mengganti satu set saluran PCV yang terdiri dari selang dan separator.
        3. Pengecekan selanjutnya, cek area turbo charger (jika mobil Anda dilengkapi turbo). Dengan menghidupkan mesin dan perhatikan suara dari turbo. Umumnya turbo yang mengalami kerusakan akan timbul bunyi yang tidak biasanya.
        4. Untuk memastikannya lagi, lepas selang udara output dari turbo. Di sini Anda bisa melihat apakah ada ceceran oli mesin, jika ada maka itulah sumber masalahnya.
        5. Cek tekanan kompresi mesin, ini dilakukan ketika dua komponen di atas dalam kondisi normal. Pengecekan ini perlu alat khusus bernama compression tester yang tersedia pada bengkel-bengkel besar. Oleh sebab itu ada baiknya anda membawa mobil ke bengkel.
        6. Jika ditemukan kompresi yang lebih rendah daripada standar, maka ada masalah antara ring piston atau silinder. Untuk masalah ini mengharuskan mobil anda diturunkan mesinnya, tentu ini bisa menelan banyak biaya. Selengkapnya simak berapa biaya turun mesin mobil?
        7. Tapi jika tekanan kompresi masih normal, maka ada satu sektor yang masih yakni seal klep. Untuk memastikan lepas intake manifold dan lihat lubang intake-nya. Jika penuh dengan kerak oli maka itu masalahnya. Untuk masalah ini hanya perlu mengganti seal katup, namun proses penggantian juga cukup rumit karena perlu membongkar kepala silinder.

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *