Perhatikan spesifikasi kendaraan dari pabrik pembuatnya. Hal ini dapat diketahui dari Buku Manual / Perhatian atau informasi lewat komputer yang dikeluarkan oleh pabrik pembuat kendaraan, yang berisi Perhatian cara mempersiapkan, menggunakan dan merawat kendaraan. Secara umum, kendaraan akan diservis berdasarkan beberapa persyaratan berikut :
Berdasarkan Operasional Kendaraan Yang Normal

- Servis kecil : dilakukan setelah kendaraan menempuh perjalanan, setiap 5.000 s.d 10.000 km
- Servis besar : dilakukan setelah kendaraan menempuh perjalanan, setiap 10.000 s.d 20.000 km atau minimal sekali pertahun.
BACA JUGA : keselamatan kerja dan peralatan umum bengkel
Berdasarkan Operasi Yang Khusus/Kondisi Berat

Jika kendaraan dioperasikan pada kondisi yang berat,misalnya pada daerah yang berdebu, berlumpur, jalan yang kasar, daerah pegunungan atau pantai laut, maka jangka waktu pemeliharaan/perawatan/servis berkala menjadi lebih pendek dibandingkan dengan pemeliharaan/perawatan/servis berkala kendaraan yang dioperasikan dalam kondisi normal. Sebagai contoh pada kendaraan yang dioperasikan pada daerah yang berdebu, saringan udara perlu dibersihkan lebih sering. Juga apabila kendaraan sering berjalan pada yang jalan jelek, komponen casis kendaraan harus dirawat dan diperiksa lebih sering. Demikian juga setelah

kendaraan melintasi / menyelam dalam air, casis kendaraan dan bantalan roda harus dilumasi lagi dengan pelumas / vet yang baru, karena air dapat masuk pada tempat-tempat yang dilumasi dengan vet.
Daftar Pemeliharaan Berkala Mesin Kendaraan Ringan
| NO | KOMPONEN | PEKERJAAN | PEMELIHARAAN (SERVIS) | KETERA NGAN | |
| KECIL | BESAR | ||||
| 1 | Mekanik Mesin/Engin e | Pengencangan baut kepala silinder | |||
| Pengencangan baut-mur saluran masuk dan buang (intake & exhaust manifold) | |||||
| Pemeriksaan dan perbaikan saluran buang/knalpot dan pemegangnya | |||||
| Pemeriksaan /penggantian/ penyetelan sabuk penggerak (drive belt) | |||||
| Pemeriksaan / penyetelan sabuk timing (timing chain/belt) | |||||
| Penyetelan katup | Dilakukan saat mesin panas | ||||
| Tes tekanan kompresi | Dilakukan saat mesin panas | ||||
| 2 | Sistem Pelumasan | Penggantian oli mesin | |||
| Penggantian filter oli | |||||
| 3 | Sistem Pendinginan | Pemeriksaan kebocoran air pendingin | |||
| Pemeriksaan dan perbaikan saluran air pendingin | |||||
| Pemeriksaan fungsi termostat | |||||
| Penggantian air pendingin | |||||
| 4 | Sistem Pengapian | Pemeriksaan kondisi baterai | |||
| Pengencangan pengikat dan terminal baterai | |||||
| Pemeriksaan dan penggantian busi | |||||
| Pemeriksaan rangkaian primer pengapian | |||||
| Pemeriksaan rangkaian sekunder pengapian (rotor, tutup distributor, kabel busi) | |||||
| Penggantian dan penyetelan kontak | |||||
| pemutus | |||||
| Penggantian kondensator | |||||
| Pemeriksaan fungsi advans pengapian | |||||
| Penyetelan saat pengapian | |||||
| 5 | Sistem Kontrol Emisi | Pemeriksaan katup PCV, saluran ventilasi dan sambungan-sambungan | |||
| 6 | Sistem Bahan Bakar Bensin | Pembersihan filter udara | |||
| Penggantian filter udara | |||||
| Penggantian filter bensin | |||||
| Pengencangan pengikatan pompa bensin dan karburator | |||||
| Pemeriksaan tutup tangki | |||||
| Pemeriksaan katup penguapan bensin | |||||
| Pemeriksaan saluran bensin dan sambungan | |||||
| Pemeriksaan dan penyetelan fungsi pedal gas | |||||
| Pemeriksaan dan penyetelan fungsi cuk | |||||
| Pemeriksaan dan penyetelan pompa percepatan | |||||
| Penyetelan putaran idel/stasioner | Dilakukan saat mesin panas | ||||
| Penyetelan campuran bahan bakar dan udara | Dilakukan saat mesin panas | ||||
| 7 | Pendukung | Pengankatan kendaraan | |||
| Pembersihan/pencucian kendaraan | |||||
| Penambahan air pembasuh kaca (wiper) | |||||
| Pelumasan bodi (engsel kap mesin, pintu,dsb) | |||||
| Tes jalan dan kontrol akhir | |||||
- Yang dimaksud mesin panas adalah mesin yang telah mencapai temperatur kerja sekitar 80o C.
Catatan :
Dalam melaksanakan pemeliharaan berkala mesin/motor kendaraan ringan, tidak harus mengikuti urutan pekerjaan seperti pada tabel diatas, disesuaikan dengan kondisi mesin saat akan dilakukan pemeliharaan, misalnya kendaraan yang baru datang di bengkel dengan kondisi mesin yang panas, sebaiknya dilakukan pekerjaan yang mensyaratkan mesin panas dahulu, tetapi tetap mengindahkan pesyaratan yang lainnya. Yang pasti untuk penyetelan idle (putaran mesin dan campuran) harus dilakukan paling akhir setelah semua pekerjaan utama pemeliharaan berkala diselesaikan dengan baik.
BACA JUGA : keselamatan kerja dan peralatan umum bengkel

