Setiap jenis baja perlu diberi suatu “nama” agar mudah dikenali. Nama ini berupa kode yang ditetapkan dalam suatu standar, lengkap dengan spesifikasi utamanya. Cara penamaan ini bermacam-macam, ada yang berdasarkan kekuatannya, atau penggunaannya, atau komposisi kimianya. Hampir semua standar, terutama di negara-negara maju, membuat penamaan baja dan spesifikasinya.
BACA JUGA: pengujian pukul-taktik bahan teknik
Baja konstruksi umum, dimana biasanya kekuatan merupakan faktor yang paling penting, penamaan didasarkan atas kekuatan tariknya. Dalam standar Jerman baja konstruksi dinyatakan dengan huruf St yang diikuti oleh bilangan yang menunjukkan kekuatau tarik minimum dari baja itu dalam kg/mm2. Misalnya baja konstrukai dengan kekuatan tarik tidak kurang dari 37 kg/ram2 dinyatakan sebagai St 37, baja St 60 adalah baja konstruksi dengan kekuatan tarik tidak kurang dari 60 kg/mm2. Pada staadar Jepang (JIS), uutuk baja konstruksi umum, dinyatakau dengan huruf SS yang diikuti dengau angka kekuatan tariknya dalam kg/mm2.
Untuk beberapa keperluan, terutama untuk konstruksi mesin, diperlukan baja dengan komposisi kimia yang terjamin. Dalam hal ini penggolongan baja didasarkan atas komposisi kimianya. DIN menetapkan nama baja karbon dengan huruf St C yang diikuti oleh angka yang menunjukkan per seratus persen karbonnya. Misalnya baja dengan kadar karbon sekitar 0,35 % dinyatakan sebagai St C 35. St C 45 adalah baja karbon dengan kadar C 0,45%. Sedangkan JIS menggunakan S diikuti bilangan yang menunjukkan per seratus persen kadar karbonnya dan huruf C, yaitu misalnya S 35C, S 45C, S 1OC dan lainnya.
Untuk baja paduan rendah (low alloy steel) DIN menyatakan suatu jenis baja dengan kode berupa angka dan huruf, didahului dengan dua (atau tiga) angka yang menunjukkan kadar karbon dalam per seratus persen, diikuti dengan beberapa huruf yang menunjukkan nama kimia unsur paduan utamanya dan diikuti lagi oleh beberapa angka yang menunjukkan besarnya kandungan unsur- unsur paduan itu. Angka-angka itu menunjukkan per empat persen untuk unsur- unsur paduan yang sering dipergunakan dalam jumlah besar, yaitu Cr, Co, Mn,
Ni, Si, dan W; menunjukkan besarnya kandungan unsur-unsur paduan yang penggunaanya biasanya dalam jumlah kecil, yaitu AL, Br, Pb, Cu, Mo, Nb, Ta, Tl, V dan Zr, dalam per sepuluh persen; dan menyatakan per seratus persen bagi unsur-unsur P, S, N dan Ce. Misalnya :
15Cr3 = baja dengan 0,15 % C dan 3/4 % Cr.
13CrMo44 = baja dengan 0,13 % C, 4/4 % Cr dan 4/10 % Mo. 10S20 = baja dengan 0,10 % C dan 0,20 % S.
Untuk baja paduan tinggi (hig alloy steel) sebelum angka pertama (yang menunjukkan per seratus persen karbon) diberi huruf X, dan angka-angka di belakang nama unsur paduan langsung menunjukkan persentase unsur paduan tersebut. Misalnya :
X-15CrSi9 = baja dengan 0,45 % C, 0 % Cr dan sedikit Si. Xl2CrNil88 = baja dengan 0,12 % C, 18 % Cr dan 8 % Ni.
AlSI (American Iron and SteeI Institute) dan SAE (Society of Automotive Engineers) menyatakan spesifikasi baja dengan empat (atau lima) angka, angka pertama menunjukkan jenis bajanya, angka 1 untuk baja karbon, angka 2 untuk baja nickel, angka 3 untuk baja nickel chromium dan sebagainya.
BACA JUGA: pengujian pukul-taktik bahan teknik
Angka kedua, pada baja paduan sederhana menunjukkan kadar unsur paduannya, misalnya baja 25xx berarti baja nickel dengan sekitar 5 % Nickel. Pada baja paduan yang lebih kompleks angka kedua menunjukkan modifikasi jenis baja paduan, misalnya baja 40xx adalah baja molybden, 41xx baja chrom- molybden, 43xx baja nickel-chrom-molybden, dan lain-lain. Dua (atau tiga, bila terdiri dari lima angka) angka terakhir menunjukkan kadar karbon dalam per seratus persen. Jadi baja 4340 adalah baja nickel-chrom-molybden dengan 0,40
%C. Tabel 3.1 menunjukkan daftar nama jenis baja dengan nomor penamaannya.
JIS memberi symbol untuk baja paduan dengan huruf S tliikuti dengan nama unsur paduan atau huruf depan dari nama unsur paduan dan nomor modifikasi paduannya. Misalnya baja mangan SMn 1, baja Mangan Chrom SMnC 3, baja Chrome Molybden SCM 21, baja Nickel Chrom SNC 3, baja Nickel Chrom Molybden SNCM 9, baja Chrom SCr 2, dan Iain-Lain.
Tabel 3.1. AISI-SAE Designation Numbers for Wrought Steel



