Klasifikasi ban
Klasifikasi ban menurut caranya menyimpan udara : ban dengan ban dalam (Tube Type) dan ban tanpa ban dalam (Tubeless).
1. Ban Dengan Ban Dalam (Tube Type)
Di dalamnya terdapat ban dalam untuk menampung udara yang dipompakan ke dalam ban. Katup atau pentil (air valve) yang menonjol keluar melalui lubang pelek menjadi satu dengan ban dalam (diistilahkan sebagai tube valve).
2. Ban Tubeless
Ban Tubeless tidak menggunakan ban dalam. Tekanan udara hanya ditahan oleh lapisan dalam ban, yaitu lapisan karet yang kedap udara. Karena ban tubeless tidak menggunakan ban dalam, maka pentil (air valve) langsung dipasang pada pelek (diistilahkan sebagai rim valve).

Gambar. Ban Tubeless
Ban tubeless mempunyai tanda “TUBELESS” pada sisi samping ban (lihat gambar di bawah). Pelek ban tubeless mempunyai tanda “TUBELESS TYRE APPLICABLE”. Tiap katup pelek (rim valve) mempunyai tanda (snap-in valve : TR412 atau TR413). Konstruksi katup, ban dan pelek tubeless berbeda dengan tube type. Penggantian rim valve dilakukan jika berlobang atau dindingnya rusak.

Gambar. Tanda Tubeless Pada Ban dan Pelek
Keuntungan Ban Tubeless :
- Bila ban tertusuk paku atau benda tajam lainnya, ban tidak menjadi kempes sekaligus karena lapisan dalamnya menghasilkan efek merapatkan sendiri. Sekalipun tertusuknya pada saat kendaraan berjalan, biasanya tekanan udaranya tidak turun tiba-tiba sehingga pengemudi tidak kehilangan kontrol

Gambar. Keuntungan Ban Tubeless dibanding Tube Type
- Karena udara dalam ban berhubungan langsung dengan rim, transfer radiasi panas akan lebih baik, juga dengan dihilangkannya ban dalam, ban menjadi lebih
BACA JUGA: komponen penggerak roda sepeda motor
Kode Ban
Kode ban sepeda motor dituliskan pada bagian sidewall dengan huruf dan angka. Berikut ini merupakan contoh penulisan kode ban dan cara pembacaannya.

Gambar. Contoh Kode Ban
Penyimpanan Ban
- Ban yang belum digunakan harus dilakukan secara tegak dengan memberikan penahan (spacer) berupa kertas/karet di bagian beads. Penyimpanan ban tanpa memberikan penahan pada beads akan menyebabkan jarak beads lebih kecil daripada lebar pelek, sehingga pemasangan ban menjadi lebih

Gambar. Penyimpanan Ban
- Apabila menyimpan roda/ban yang akan dipakai lagi, isilah ban dengan tekanan udara sampai ½ tekanan yang diijinkan. Pastikan katup terpasang dengan Jangan menyimpan ban/rim pada daerah-daerah berikut ini :
- Pada tempat-tempat terjadinya ozon (dekat motor, battery charger)
- Daerah panas (dekat heater, steam pipe)
- Dimana oli/gemuk disimpan
- Terkena sinar matahari langsung
- Daerah yang lembab
Kerusakan Ban
1. Keausan ban
Keausan ban dapat dilihat dengan melihat indikator keausan ban pada tread. Apabila keausan tread mencapai indikator, hal ini menunjukkan batas keausan ban dan saatnya ban harus diganti.

Gambar. Pemeriksaan Keausan Ban
2. Kerusakan luar ban
Kerusakan luar dari ban merupakan kerusakan yang dapat diamati secara visual.
(1) Rib Tear
Ada bagian alur Rib yang robek dan terlepas dari telapak ban. Rib tear disebabkan posisi telapak ban tidak menapak ke permukaan jalan dengan sempurna, sehingga konsentrasi berat hanya bertumpu pada sebagian kecil telapak. Karena beban tidak sesuai dengan kekuatan bagian ban yang memikul, maka terjadi kerusakan.
(2) Separation
Pada bagian luar ban terjadi benjolan (bagian yang menggelembung) terutama pada shoulder, atau pada sidewall. Ini disebabkan terlepasnya ikatan ply-cord dari karet ban yang disebabkan beban berat, tekanan angin kurang dan kecepatan tinggi.
(3) B.U
Terputusnya ply-cord pada sidewall, kerusakan dapat dilihat dari sisi dalam ban. Penyebab kerusakan ini adalah tekanan ban sangat kurang, sehingga terjadi defleksi (pergerakan) yang besar pada sidewall. Gaya regang tarik yang berulang- ulang menyebabkan ply-cord putus.

Gambar. Rib Tear, Separation & CBU
BACA JUGA: komponen penggerak roda sepeda motor
