Mengapa Celah Katup Perlu Di Setel Setelah mesin mobil difungsikan kurang lebih 20000 km, katup dan mekanismenya dapat mengalami keausan, akibatnya akan mempengaruhi ukuran standar celah katupnya.Perubahan ukuran ini akan berpengaruh pada sistem pemasukan bahan bakar baru dan pembuangan sisa-sisa pembakaran di ruang bakar.Apabila keadaan ini dibiarkan bisa mengurangi kemampuan motor (daya motor turun).
Terkait dengan hal tersebut ada beberapa alasan mengapa celah katup perlu untuk disetel, yaitu: Mengacu pada adanya penyebaran panas (pemuaian), maka pada rocker arm dan ujung batang katup harus terdapat celah katup. Kalau celah katup terlalu longgar atau terlalu sempit, maka akan timbul masalah seperti halnya sebagai berikut: a. Jika celah katup terlalu sempit, maka katup akan membuka terlalu awal dan menutup dengan lambat, sehingga dapat mengakibatkan terjadinya salah pengapian. b. Jika celahnya terlalu longgar, maka katup akan membuka terlambat dan menutup terlalu cepat, sehingga dapat menimbulkan suara berisik . Karena perannya yang penting, maka dalam menyetel celah katup harus benar, jika tidak maka akan menimbulkan masalah-masalah seperti diatas, dan tentunya umur dari mesin menjadi lebih pendek. Langsung saja kita bahas bagaimana cara menyetel celah katup.
Lembar kerja Siswa
SMK MULTI MEKANIK MASMUR | |||
| Engine | Kelas XI | Menyetel Celah Katup mesin 4 silinder | Semester ganjil |
| Tujuan Setelah selesai praktik, peserta didik dapat: 1. Melaksanakan prosedur stel katup dengan benar Alat dan Bahan
Keselamatan Kerja
Dasar Teori Mekanisme katup merupakan komponen yang penting pada system pengapian.Komponen ini berfungsi untuk mengatur pemasukan bahan bakar dan membuka saluran keluar sebagai jalan keluarnya asap dari hasil pembakaran. Langkah Kerja
| |||

3. Pastikan silinder pada top 1 dengan cara:
- Periksa rocker arm silinder 1, ex dan in dapat digerakan
- Periksa push rod silinder 1 (untuk mesin OHV), ex dan in dapat digerakan
- Rotor pada pada distributor (pengapian konvensional) menghadap ke kabel busi silinder 1
4. Katup yang dapat disetel saat top 1 (dengan FO 1-3-4-2) adalah:
| No silinder | 1 | 2 | 3 | 4 | ||||
| Katup | B | M | M | B | B | M | M | B |
| Penyetelan pada waktu top 1 | X | X | X | X | ||||
| Penyetelan pada waktu top 4 | X | X | X | X | ||||
Keterangan :
Katup masuk = M; Katup buang = B; X = katup yang dapat disetel

5. Setelah mengetahui katupnya yang dapat disetel maka lakukan penyetelan celah katup,katup ex = 0,30 (keadaan mesin dingin) katup in= 0,20 (keadaan mesin dingin).
6. Cara menyetelnya dengan mengendorkan mur dan sekrup katup lalu celah katup dimasukan fuller gauge sesuai ukuranya.

7. Apabila celah dirasa masih terlalu lebar/sempit maka kendorkan mur dan sekrup kemudian lakukan penyetelan ulang
8. Setelah dirasa celahnya sudah sesuai standar maka tanpa memutarkan sekrup katup (tahan sekrup menggunakan obeng) lalu kencangkan mur katup dengan menggunakan kunci ring.
9. Kemudian setelah semua katup pada top 1 sudah disetel putar kembali pulley untuk posisi top 4, cara mengetahui top silinder 4 adalah :
10. Setelah itu setel kembali katupnya seperti meyetel katup pada top 1 11. Setelah semua selesai disetel,tutup kembali kepala silinder dengan memasang mur/ baut menggunakan kunci. HASIL PENYETELAN | ||||||||
| Top 1 | Hasil | Kesimpulan | Top 4 | Hasil | Kesimpulan | |||
| Sil 1 | In | Sil 1 | In | |||||
| Ex | Ex | |||||||
| Sil 2 | In | Sil 2 | In | |||||
| Ex | Ex | |||||||
| Sil 3 | In | Sil 3 | In | |||||
| Ex | Ex | |||||||
| Sil 4 | In | Sil 4 | In | |||||
| Ex | Ex | |||||||
TUGAS
| ||||||||
Melaksanakan Quality Control
- Mengecek sebelum dan sesudah melaksanakan pekerjaan
- Menerapkan standar kualiatas mutu produk
- Buatlah laporan lengkap mengenai prosedur penyetelan katup

