1) Macam-macam peralatan otomotif
Dalam bengkel otomotif berdasarkan cara penggunaan terbagi menjadi dua golongan besar yaitu alat tangan dan alat bertenaga (hand tools and power tools). Secara sederhana dapat di definikasikan bahwa alat tangan (hand tools) berarti alat yang dalam penggunaannya hanya mengandalkan tenaga mansia, sedangan alat bertenaga (power tools) penggeraknya menggunakan tenaga bantu dari mesin atau listrik, misalnya mesin gerinda, dll.
Baca Juga : pengertian sistem kemudi sepeda motor
Namun pada pembahasan kali hanya di bahas peralatan yang di gunakan untuk memeriksa sistem kemudi, yaitu antara lain.
1. Kunci Pas (Open End Spanner)
Kunci pas dibuat dari bahan baja tensil tinggi yaitu logam paduan Chrome Vanadium, kunci ini mempunyai tangkai (shank) dengan kepala di masing- masing ujung yang membuat sudut 15 terhadap tangkainya. Pada disain khusus terdapat kunci pas dengan arah rahang 90dari tangkainya Digunakan untuk melepas baut atau mur yang sudah dikendorkan dengan kunci socket atau ring. Kunci pas dapat melepas baut dengan cepat. Kunci pas tidak boleh untuk mengencangkan atau mengendorkan baut yang belum kendor, karena dapat merusak kepala baut/mur, mengingat bidang sentuhnya hanya sedikit.

Gb. Kunci pas
2. Kunci Pas – Ring (Combinatin Spanner)
Dapat digunakan untuk mengencangkan atau mengendorkan baut/mur terutama pada bagian-bagian yang tidak terjangkau oleh kunci socket. Kunci pas ring cukup praktis, karena bagian ring, dapat untuk mengencangkan/mengendorkan sedangkan bagian pasnya bisa untuk melepas dengan cepat. Hati-hati mengencangkan baut/mur ukuran kecil, karena dapat menyebabkan baut patah.

Gb. Kunci pas ring
3. Kunci Ring (Offset Ring Spanner)
Sudut offset yang lazim adalah 450, namun tidak selalu demikian. Sudut ini memungkinkan spanner dapat terpasang tepat pada mur/baut, dengan posisi yang sulit. dan jika menggunakan spanner yang jenisnya lebih pipih akan terjadi kurangnya ruang antara yang cukup.
Ujung persegi menutupi sudut mur/baut sepenuhnya, kemungkinan wrench untuk tergelincir sangat kecil. Ketika membuka bolt pada ruang terbatas, wrench dapat diangkat dan dimasukkan kembali.
Jangan menggunakan extension pada wrench untuk meningkatkan torque. Wrench tidak didesain untuk diberi extension karena tidak akan tahan dan dapat slip atau mengalami kerusakan yang dapat berakibat cidera . harus ditarik, hindari mendorong atau menekan. Jika harus ditekan, tekan dengan tangan terbuka.

Gb. Kunci ring
4. Kunci Roda (Wheel Brace)
Alat ini digunakan untuk melepaskan dan memasang kembali pelek(lug) atau mur (nut) pada roda. Alat ini biasanya mempunyai 3 atau 4 ujung socket dengan ukuran yang berbeda-beda. Hal ini membuat sebuah wheel brace cocok untuk berbagai penggunaan pada kendaraan.

Gb. Kunci roda (Wheel Brace)
5. Kunci Allen (AllensKeys)
Kunci allen, disebut juga kunci inbusdibuat dari baja heksagonal high tensile, seringkali dibengkokkan dengan sudut yang tepat dan berbentuk huruf ”L” dan ada yang berbentuk huruf ”T”. Ada juga kunci allen yang dioperasikan seperti kunci sock . Allen key digunalan untuk melepaskan dan mengganti mur/sekrup dengan tengah kepala berbentuk segi enam (Allen headed cap).

Gb. Kunci Allen (AllensKeys)
6. Kunci Sock Bintang (Star Socket)
Sekilas kunci ini mirip kunci sock segi enam ganda, namun berbeda jenis kepala baut yang dapat dibuka dengan kunci ini. Penggunaanya dan kelengkapan lainnya sama dengan kunci sock biasa.

Gb. Kunci Sock Bintang (Star Socket)
7. Adjustable / Shifing Spanner .
Alat ini hanya digunakan bila spanner atau socket yang tepat untuk pekerjaan tersebut tidak tersedia.
Wrench ini memiliki head dengan salah satu jaw tetap dan jaw yang lainnya bisa disetel. Head memiliki sudut 22.50 terhadap shank atau handle. Adjustment screw yang di-knurling berguna untuk menggerakkan adjustable jaw dan berada ditengah-tengah head.
Adjustable wrench secara umum dipergunakan pada bolt atau nut ukuran tertentu (special) atau hanya ketika open end, box end atau combination wrench tidak tersedia. Meskipun adjustable wrench dapat dipergunakan pada macam-macam ukuran, namun tidak dapat mencengkeramnut atau bolt seaman standard wrenchdan memiliki kemungkinan yang lebih besar untuk slip dan merusak fastener.
Wrench ini tidak dirancang untuk pekerjaan service yang berat dan tidak boleh digunakan di tempat yang memerlukan tenaga yang kuat. Selalu kencangkan jaw dengan aman pada fastener sebelum menggunakan wrench.
Pastikan adjustable jaw menghadap ke si pemakai tool ketika menarik wrench. Hal ini akan menempatkan tenaga yang lebih besar pada stationary jaw dan membantu mempertahankan cengkeraman yang kuat pada fastener.
HINDARI MENDORONG adjustable wrench, memukulnya dengan
hammer, atau menggunakan extension.

Gb. Kunci ingris (adjustable spanner)
8. Obeng (Screwdriver).
Fungsi obeng adalah untuk membuka atau mengencangkan sekrup. Yakni untuk membuka atau mengencangkan sekrup. Secara umum orang mengenal hanya ada dua jenis obeng yaitu obeng plus (Philips screwdriver) dan obeng minus (Slotte Screwdriver).Namun faktanya, jenisobeng bukan hanya bentuk plus atau minus karena masih banyak obeng yangdirancang untuk beragam kebutuhan.

Gb. Obeng plus dan obeng minus
2) Sistem Kemudi
Sistem kemudi berfungsi untuk mengendalikan/mengontrol arah sepeda motor sehingga arah jalannya sepeda motor sesuai dengan kehendak pengemudi. Tenaga untuk mengendalikan arah kendaraan mempergunakan tenaga tangan, yang diteruskan ke roda melalui batang kemudi (stang) dan garpu depan (fork) Jari-jari lingkaran perputaran sepeda motor ditentukan oleh besar/kecilnya sudut belok stang dan juga ditentukan oleh besar/kecilnya sudut kemiringan dari sepeda motor sewaktu menikung.
Beberapa istilah penting dalam sistem kemudi :
- Caster, Adalah sudut kemiringan dari poros kemudi,
dinyatakan dalam satuan derajat. Dengan menarik garis sejajar poros kemudi, maka akan didapat suatu sudut yang dihitung dari garis tegak (vertikal)
- Trail, Adalah jarak antara titik potong dari garis melalui poros kemudi dengan jalan mendatar, ke titik tumpu ban depan di atas jalan.

Gb. Caster dan Trail
Catatan :
- Apabila caster atau trail besar, pada kecepatan tinggi sepeda motor mempunyai kestabilan yang lebih baik.
- Tetapi pada kecepatan rendah, sepeda motor memiliki kestabilan dan menuver yang kurang baik.
- Untuk itu, caster dan trail harus ditentukan dengan memperhitungkan tujuan dan karakter dari sepeda motor dan suspensinya
3. Jenis sistem kemudi
Konstruksi Sistem kemudi menopang pada stang dan front fork dan di pasang pada head pipe dengan perantaraan bantalan bola. Konstruksi Sistem kemudi pada sepedamotor mengaplikasi dua jenis yaitu
a. Jenis teleskopik
Jenis ini terdiri dari dua komponen besar yaitu sebuah pipa baja yang diapit secara atas bawah oleh komponen steel casting pemegang suspensi.

Gb. Kemudi teleskopik
b. Jenis Bottom link
Jenis dominan terdiri dari plat baja yang dibentuk dengan mesin press dengan konstruksi sedemikian rupa, sehingga dapat difungsikan sebagai kemudi.

Gb. Kemudi bottom link
4. Jenis Tangkai kemudi (handle bar)
Tangkai kemudi dipegang langsung oleh pengendara. Lebar, tinggi, dan sudut menentukan posisi pengendara dan mempengaruhi stabilitas sepeda motor. Oleh karena itu tangkai kemudi harus dirancang sesuai tujuan dan sifat/karakter sepeda motor.
Baca Juga : penyetelan sistem kemudi dan rangka sepeda motor
Bahan yang digunakan terdiri dari pipa baja ( tubular)dan kombinasi antara pipa baja dan plat baja (pressed stell). Tapi untuk bahan yang paling banyak digunakan adalah yang terbuat dari pipa baja. dipakai pada motor bebek dan scooter.

Gb. Tangkai kemudi pressed steel

Gb. Tangkai kemudi tubullar
Batang kemudi pipa baja dibedakan berdasarkan bentuk up-swept, (membujur keatas) semi-upswept. Batang lurus dan tipe terpisah dirancang untuk sports motorcycles, off-road sports m o t o r cycles dan racers.

Gb. Macam tangkai kemudi pipa (tubullar)
Keterampilan Yang Diperlukan Dalam Memeriksa Sistem Kemudi
1. Pemeriksaan sistem Kemudi
a. Memeriksa keselarasan dari pergerakan sistem kemudi, dengan cara memposisikan sepeda motor secara tegak dan roda depan sedikit terangkat sehingga dapat bergerak bebas.
b. Belokkan batang kemudi ke kanan-kiri secara perlahan-lahan sambal merasakan kelancaran pergerakannya. Sebelumnya perhatikan juga kedudukan kabel-kabel jangan ada yang menahan kebebasan sistem kemudi

c. Pegang batang suspensi kemudian gerakan maju mundur seperti pada gambar, jika terdapat kekocakan perlu pemeriksaan pada mur pengikatnya.

d. Apabila kemudi terlalu berat atau terlalu ringan, putar mur pengikatnya sampai mencapai ketepatan. Cara pengencangan mur pengikat adalah mengencangkan mur pengikat dengan kuat, kemudian kembalikan putarannya (kendorkan) ke arah kebalikan sebanyak ± 1/8 putaran sampai gerakan kemudi terasa sempurna
e. Apabila setelah disetel masih belum teratasi, maka perlu dilakukan perbaikan dengan cara melepas roda depan dan seluruh susunan system kemudi sambil memperhatikan kemungkinan poros kemudinya bengkok, peluru- peluru dan dudukan peluru aus/retak atau kemungkinan kurang gemuk pelumas.
f. Periksa tekanan ban, sesuaikan dengan spesifikasi
g. Pengukuran Pre Load Steering Head Bearing
Angkat roda depan ke atas, dengan cara menahan dengan dongkrak atau alat yang sejenis pada bagian bawah mesin.
Set steering stem pada posisi lurus ke depan.
Kemudian kaitkan alat spring scale pada fork tube diantara bagian atas dan bawah bridge.
Selanjutnya tarik spring scale pada sudut yang tepat (90o) dengan steering stem, kemudian baca hasilnya, pada saat steering stem mulai bergerak.



h. Kemungkinan gangguan yang terjadi pada kemudi
| No | Gangguan | Kemungkinan Penyebab |
| 1. | Stang kemudi cenderung berbelok ke satu arah pada saat |
|
| 2. | Kemudi terlalu berat |
|
| 3. | Kemudi terlalu |
|
Sikap Kerja Yang Diperlukan Dalam Memeriksa Sistem Kemudi
- Sikap kerja secara umum:
- Cermat dan teliti dalam menganalisis data;
- Taat asas dalam mengaplikasikan langkah-langkah, panduan, dan pedoman yang dilakukan dalam melaksanakan kegiatan pemeliharaan komponen;
- Berpikir analitis serta evaluatif ketika melakukan analisis.
- Selalu melaksanakan kaidah Kesehatan dan keselamatan kerja (K3) dalam melaksanakan setiap pekerjaan
- Sikap kerja secara khusus :
- Sikap kerja secara umum:
a. Jika mesin dalam keadaan hidup, pastikan tempat kerja memiliki ventilasi yang baik, karena gas buang (CO dan HC) mengandung racun
yang dapat menghilangkan kesadaran yang akhirnya dapat menimbulkan kematian.
b. Menggunakan peralatan secara tepat, karena penggunaan yang tidak dapat dapat menyebabkan kerusakan komponen.

