• Fri. Jan 9th, 2026

    Webinar Gratis Bersertifikat

    Informasi Webinar Gratis Bersertifikat Berbagai Bidang - Webinar Pendidikan - Webinar Kesehatan - Webinar Nasional

    pemeliharaan dan perbaikan diferential (gardan)

    May 17, 2018
    PEMELIHARAAN DAN PEBAIKAN DIFERENTIAL (GARDAN)
    A. FINAL DRIVE (GARDAN)
    1
         Final drive/gardan pada kendaraan bermotor lebih dikenal dengan istilah  differensial yang artinya berbeda. Hal ini berkaitan dengan salah satu fungsinya yaitu membedakan putaran roda kiri dan kanan saat kendaraan membelok.
         Putaran mesin yang diterus-kan oleh poros propeller akan direduksi atau diperkecil sesuai tenaga yang diteruskan drive pinion gear ke ring gear, sebaliknya momen yang dihasilkan bertambah dan arah putaran dirubah sebesar 90° terhadap arah putaran asal.
    Final drive terdiri dari 2 bagian besar yaitu final gear dan differential gear.
    Final Gear/Final Reduction
    Final gear terdiri dari drive pinion gear dan ring gear. Drive pinion gear selalu dibuat lebih kecil daripada ring gear, hal ini untuk memperkecil/mereduksi putaran agar diperoleh momen yang lebih besar, karena momen yang dihasilkan oleh transmisi belum cukup mampu untuk menggerakkan kendaraan.
    Berdasarkan konstruksinya roda gigi final gear dibedakan menjadi beberapa model antara lain:
    1) Model bevel gear.
    Pada konstruksi ini perkaitan drive pinion dengan ring gear berada di tengah-tengah garis pusat (garis tengah) ring gear.
    2) Model hypoid bevel gear.
           Konstruksi model ini perkaitan drive pinion dengan ring gear berada di bawah garis pusat ring gear, sehingga membentuk offset. Kedudukan poros propeller bisa diperendah tanpa mengurangi jarak minimum ke tanah. Dengan rendahnya kedudukan propeller maka letak transmisi bisa lebih rendah maka titik berat mobil juga lebih rendah sehingga faktor keamanan lebih terjamin.
    BACA JUGA: sistem EFI pada mobil disini
           Hypoid bevel gear mempunyai permukaan gigi dengan kecepatan menggelincir yang kuat, perbandingan persinggungan gigi besar dan bekerja sangat halus hanya saja diperlukan oli special yang memiliki oil film yang kuat dan pembuatannya lebih sukar, memerlukan ketelitian yang tinggi.
    Pelumas yang sesuai untuk roda gigi jenis ini adalah GL-5 berdasarkan API service classification.
    3) Model spiral bevel gear.
           Konstruksi model ini drive pinion berbentuk gigi spiral, perkaitannya dengan ring gear berada di tengah-tengah garis pusat ring gear. Putarannya halus namun proses pembuatannya memerlukan kepresisian/ketelitian yang tinggi.
    4) Helical gear
    Pada model ini drive pinion selalu bersinggungan dengan ring gear pada lokasi yang sama tanpa ada celah antara kedua gigi tersebut. Oleh sebab itu bunyi dan getaran yang timbul sangat kecil.
    Dari beberapa model di atas yang sering digunakan pada kendaraan penggerak roda depan adalah model helical gear, sedangkan pada penggerak roda belakang adalah model hypoid bevel gear.
    Differential Gear
           Bila kendaraan sedang membelok maka roda kanan dan kiri berputar harus dengan kecepatan berbeda, karena pada saat membelok jarak tempuh  roda roda bagian luar lebih panjang dari pada bagian dalam.
           Bila salah satu roda berada pada jalan datar dan yang lainnya pada jalan bergelombang seperti pada gambar, roda (A) pada permukaan jalan bergelom-bang dan roda (B) pada permukaan jalan datar maka roda (A) akan berputar lebih cepat dari pada roda (B).
    Prinsip dasar cara kerja differential gear
    7
    7b
           Bila beban (w) yang sama diletakkan pada setiap rack, kemudian shackle ditarik ke atas maka kedua rack akan terangkat pada jarak yang sama sejauh shackle ditarik ke atas, selama tahanan pada kedua sisi pinion sama.
           Bila beban yang lebih besar diletakkan pada rack sebelah kiri dan shackle ditarik ke atas seperti pada gambar (b), pinion akan berputar sepanjang gigi rack yang mendapat beban lebih berat disebabkan adanya perbedaan tahanan yang diberikan pada pinion dan ini mengakibatkan rack yang mendapat beban lebih kecil akan terangkat. Jarak rack yang terangkat sebanding dengan jumlah putaran pinion.
    Cara kerja differential gear
    a. Pada saat jalan lurus.
          8
    8b
          Pada saat kendaraan jalan lurus pada jalan datar tahanan gelinding (rolling resistance) pada kedua roda penggerak (drive gear) relatif sama.
          Bila tahanan kedua poros axle belakang sama (A dan B) , pinion tidak berputar sendiri tetapi ring gear, differential case dan poros pinion  berputar bersama dalam satu unit. Dengan demikian pinion hanya berfungsi untuk menghubung-kan side gear bagian kiri dan kanan, sehingga menyebabkan kedua drive wheel berputar pada rpm yang sama.
    b. Pada saat membelok.
                      9
    9b
    Pada saat kendaraan membelok ke kiri tahanan roda kiri lebih besar dari pada roda kanan. Apabila differensial case berputar bersama ring gear maka pinion akan berputar pada porosnya dan juga pergerak mengelilingi side gear sebelah kiri, sehingga putaran side gear sebelah kanan bertambah, yang mana jumlah putaran side gear satunya adalah 2 kali putaran ring gear.
           Hal ini dapat dikatakan bahwa putaran rata-rata kedua roda gigi adalah sebanding dengan putaran ring gear.
     REFERENSI
    Hubungan antara rpm drive wheel dan ring gear dapat diuraikan sebagai berikut :
    Rpm  drive wheel kanan+Rpm drive wheel kiri
                   Rpm ring gear = 2
    c. Satu roda pada permukaan jalan yang berlumpur.
           Bila salah satu roda berada di Lumpur maka akan terjadi slip bila pedal akselerator diinjak. Hal ini disebabkan karena tahanan gesek yang sangat rendah dari permukaan Lumpur.
           Keadaan ini akan menyulitkan untuk mengeluarkan roda dari Lumpur karena lebih banyak terjadi slip dari pada bergerak.
    Rangkuman
    Final drive terdiri dari 2 bagian besar yaitu:
    1) Final gear yang terdiri dari perkaitan antara drive pinion gear dengan ring gear, yang fungsinya untuk memperbesar momen putar dan merubah arah putaran sebesar 90°.
    2) Differential gear yang terdiri dari perkaitan antara roda gigi-roda gigi pinion gear dengan side gear, yang berfungsi untuk membedakan putaran roda kiri dan kanan saat kendaraan membelok.
    B. MINYAK PELUMAS
    Tujuan Pembelajaran :
    Setelah mempelajari materi ini diharapkan siswa dapat :
    1. Menjelaskan jenis-jenis minyak pelumas.
    2. Menjelaskan fungsi minyak pelumas.
    3.Menjelaskan klasifikasi/penggolongan minyak berdasarkan mutu dan kekentalannya Minyak pelumas mempunyai fungsi yang sangat menentukan dalam menunjang pengamanan di sektor industri maupun transportasi. Hal ini dapat dimaklumi karena baik buruknya kualitas minyak pelumas atau benar tidaknya penggunaan minyak pelumas secara langsung akan mempengaruhi kemampuan opersi dan efisiensi suatu mesin, bahkan pada akhirnya akan menentukan umur (life time) mesin dan peralatan industri.
    Minyak pelumas terdiri dari berbagai jenis dan dalam penggunaannya harus dipilih disesuaikan dengan persyaratan mesin yang menggunakannya, karena masing-masing minyak pelumas mempunyai fungsi dan sifat-sifat tertentu untuk dapat memberikan fungsi pelumasan yang optimal.
    Pada industri otomotif, minyak pelumas dibedakan menjadi 2 kategori yaitu;
    1. Minyak pelumas mesin.
    a. Minyak pelumas mesin bensin.
    * Minyak pelumas mesin 4 tak.
    * Minyak pelumas mesin 2 tak.
    b. Minyak pelumas mesin diesel.
    2. Minyak pelumas roda gigi.
    MINYAK PELUMAS MESIN 4 TAK
    Mutu minyak pelumas selalu mengalami perubahan dan berkembang menurut kebutuhannya. Banyak faktor yang telah mendoroang terjadinya perubahan mutu minyak pelumas antara lain perubahan disain dan konstruksi mesin serta kemajuan teknologi bahan kimia tambahan (additive) dalam memenuhi kebutuhan mesin.
           Dewasa ini adanya keinginan untuk memperpanjang masa penggantian minyak pelumas motor, kebijakan dalam penghematan energi dan peraturan-peraturan yang semakin ketat tentang pencemaran udara akibat gas buang kendaraan bermotor, juga memberikan kontribusi yang cukup besar terhadap perubahan mutu dan formulasi minyak pelumas.
           Dengan demikian perkembangan mutu minyak pelumas motor sekarang ini  masih belum mencapai titik puncaknya, walaupun selama ini telah dicapai kemajuan-kemajuan yang sangat besar.
    Bertolak dari kenyataan bahwa mutu minyak pelumas tidak dapat dinilai dengan cara melihat bentuk fisik ataupun merasakannya dengan panca indera, maka untuk dapat mengetahui dan memahami mutu minyak pelumas ini dirumuskan berdasarkan “spesifikasi” yang dibenarkan oleh beberapa lembaga baik sipil maupun militer.
    Yang dimaksud dengan spesifikasi adalah suatu ketentuan/persyaratan/target yang harus dicapai oleh suatu minyak pelumas dalam uji kemampuan dengan menggunakan mesin penguji tertentu.
    Contoh spesifikasi :
    Angkatan Perang Amerika :
    – MIL-L-2104C, MIL-L-2104D, MIL-L-46152B.
    Pihak Komersial                     :
    – Caterpillar Series 3.
    – Ford M2C101A, M2C101B,
    – M2C153A, M2C153B.
    – GM 6041M, GM 6136M, GM 6048M.
    API :
    -SF, CD, CD/SF.
           Batas maksimum atau minimum dari persyaratan target ditentukan oleh pembuat spesifikasi.
    Tinggi rendahnya mutu minyak pelumas yang telah memenuhi salah satu spesifikasi tergantung dari berat ringannya persyaratan pengujian. Perbedaan kwalitas masih belum jelas di sini. Inilah kelemahannya yang mana masih ada perbedaan kepentingan antara aspek komersial yang datang dari pihak pembuat mesin dan aspek non komersial yang datang dari pihak pemakainya misalnya militer (US-MIL).
    Masing-masing pihak mengembangkan spesifikasi sendiri sesuai dengan kepentingannya, sehingga dikenal ada spesifikasi militer dan ada pula spesifikasi komersial. Kedua spesifikasi ini belum mencerminkan penggolongan mutu minyak pelumas secara jelas.
    MINYAK PELUMAS MESIN 2 TAK
    Minyak pelumas mesin bensin 2 tak mempunyai sistem pelumasan yang berbeda dengan mesin bensin 4 tak, tidak ada karter.
    Pelumasan silinder dilakukan oleh minyak pelumas yang dicampurkan pada bensinnya di dalam tangki atau diinjeksikan bersama pada waktu penyemprotan bensin. Oleh karena itu minyak pelumas mesin bensin 2 tak dikehendaki habis terbakar (tidak meninggalkan deposit/kotoran) setelah minyak pelumas tersebut melumasi silinder mesin.
    Minyak pelumas ini dibuat dengan menambahkan aditif dari jenis ashless (tidak mengandung abu) agar tidak meninggalkan deposit/kotoran dalam silinder sehingga tidak menyebabkan busi cepat kotor.
    Contoh :
    Mesrania 2T Super, mesrania 2T Sport TC-A, mesrania 2T Outboard, mesrania 2T Self-mixing.
    MINYAK PELUMAS RODA GIGI
    Kemampuan minyak pelumas roda gigi dan gardan kendaraan ditentukan berdasarkan API Service Clasification atau berdasarkan US Military Specification, sedangkan kekentalannya ditentukan berdasarkan SAE Viscosity Classification.
    API Classification, membagi kemampuan kerja minyak pelumas untuk kotak roda gigi dan gardan kendaraan sebagai berikut :
           Kekentalan minyak pelumas roda gigi digolongkan oleh SAE berdasarkan SAE J 306,81 sebagai berikut :
    SAE Viscosity Number
    Viscosity cSt. min
    100°C max
    Keterangan
    75 W
    80 W
    85 W
    90
    140
    250
    4.1
    7.0
    11.0
    13.5
    24.0
    41.0
    24.0
    41.0
    SAE 75 w, 80 w, dan 85 w diperuntukkan daerah dingin.

     

    SAE 90, 140, 250 untuk daerah tropis.
    Catatan :
           SAE : The Society of Automotive Engineers.
    API : American Petroleum Institute.
    Untuk pelumasan steering gear digunakan GL 4, untuk transmisi manual digunakan GL 4 atau GL 5, sedangkan untuk final drive digunakan GL 5.
    RANGKUMAN
           Jenis minyak pelumas dibedakan dalam beberapa kategori:
    1. Berdasarkan klasifikasi API (mutu/kwalitas) :
    a. Untuk mesin bensin : SA, SB, SC, SD, SE, SF dan seterusnya.
    Huruf depan S untuk mesin bensin, huruf belakang semakin ke belakang semakin baik kwalitasnya, karena merupakan penyempurnaan dari minyak pelumas sebelumnya.
    b. Untuk mesin diesel : CA, CB, CC, CD dan seterusnya.
    Huruf depan C untuk mesin diesel, huruf belakang semakin ke belakang semakin baik kwalitasnya, karena merupakan penyempurnaan dari minyak pelumas sebelumnya.
    2. Berdasarkan viskositas (kekentalannya) :
    a. Single grade, contoh SAE 30, SAE 40 dan seterusnya.
    Semakin besar SAE nya semakin tinggi kekentalannya.
    b. Multi grade, contoh SAE 15w-40, SAE 20w-40, SAE 20w-50.
    3. Berdasarkan penggunaannya :
    a. Minyak pelumas mesin.
    * Mesin bensin.
    o Minyak pelumas mesin 4 tak.
    o Minyak pelumas mesin 2 tak.
    * Minyak pelumas mesin diesel.
    b. Minyak pelumas roda gigi, contoh untuk roda gigi hypoid digunakan API service GL 5 dengan kekentalan SAE 90.

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *