langkah pemeriksaan roda sepeda motor
- Menaikkan roda depan dan memberikan penyangga pada
- Melakukan pemeriksaan secara visual meliputi :
- Kesesuaian ukuran ban dengan pelek
- Kerataan keausan ban
- Batas keausan ban dengan melihat pada WLI (Wear Limit Indicator)
- Kerusakan fisik pada pelek seperti : retak, karat/keropos dan bekas tumbukan yang berlebihan
- Adanya jari-jari roda yang bengkok, kendor atau putus
- Memutar roda depan dan memeriksa keolengan pelek. Pelek yang oleng dapat disebabkan oleh adanya jari-jari roda yang bengkok/putus sehingga mengakibatkan ketegangannya tidak sama, ataupun karena tumbukan yang diterima dari permukaan
- Melepaskan kelengkapan roda depan : kabel speedometer dan mekanisme penggerak rem depan (kabel/caliper rem), kemudian melakukan pemeriksaan kekocakan bearing roda dan kelancaran putaran roda
- Melepas roda depan dengan cara :
- melepas mur roda, kemudian menarik poros roda sambil menahan posisi roda
- melepaskan roda dari garpu suspensi depan
Pemeriksaan dan Pelepasan Roda Belakang
- Menaikkan roda belakang dengan menggunakan standar tengah.
- Melakukan pemeriksaan secara visual meliputi :
- Kesesuaian ukuran ban dengan pelek
- Kerataan keausan ban
- Batas keausan ban dengan melihat pada WLI (Wear Limit Indicator) mark.
- Kerusakan fisik pada pelek seperti : retak, karat/keropos dan bekas tumbukan yang berlebihan
- Adanya jari-jari roda yang bengkok, kendor atau putus
- Memutar roda dan memeriksa keolengan pelek menggunakan dial indicator
Batas service : Radial : 2,0 mm Aksial : 2,0 mm

Gambar 83. Memeriksa Keolengan Pelek
- Melepaskan kelengkapan roda belakang : knalpot & rantai (apabila diperlukan), pengencang rantai dan mekanisme penggerak rem belakang (tuas/kabel/caliper rem), kemudian melakukan pemeriksaan kekocakan bearing roda dan kelancaran putaran roda
BACA JUGA: arti kode pada ban kendaraan
- Melepas roda belakang dengan cara :
- Melepas mur roda, kemudian menarik poros roda sambil menahan posisi roda
- Melepaskan roda dari swing arm pivot
Perawatan & Perbaikan Roda Depan dan Belakang
a) Pemeriksaan poros roda menggunakan dial

Gambar 84. Pemeriksaan Kebengkokan Poros Roda
b) Penggantian bantalan/bearing roda

Gambar 85. Melepas dan Memasang Bearing Roda
c) Perawatan dan penyetelan rantai roda
- Memeriksa kondisi keausan rantai roda dan sprocket. Memeriksa kekocakan dan kelancaran pergerakan engsel rantai (pada pivot dan pin rantai), pastikan pivot rantai tidak kocak, namun dapat bergerak dengan lancar. Apabila sudah kocak ataupun tidak dapat bergerak dengan lancar maka rantai roda dan sprocket perlu diganti. (Rantai roda/sprocket yang aus harus diganti satu unit !)

2. Merawat/membersihkan rantai roda menggunakan air sabun dan sikat halus, kemudian dikeringkan dan sikat halus, kemudian dikeringkan dan dilumasi.

Gambar 87. Merawat/Membersihkan Rantai Roda
3. Memeriksa arah pemasangan clip rantai, dan menyetel kekencangan rantai roda.

Prosedur penyetelan kekencangan rantai roda :
- Kendorkan poros roda belakang.
- Kendorkan mur pengunci (adjuster lock nut).
- Putar mur penyetel (cub) atau baut penyetel (sport) hingga didapatkan main bebas rantai roda sesuai spesifikasi.

Gambar 89. Posisi Penyetel Ketegangan Rantai Roda
- Pastikan skala kiri dan kanan berada pada posisi yang sama.
- Tarik rantai roda ke atas pada saat mengencangkan mur roda, untuk memastikan kedua penyetel tidak berubah posisinya. Pastikan rantai yang di tarik atau di setel pada bagian yang kencang, tidak boleh pada bagian yang kendor.
- Untuk memeriksa kembali hasil penyetelan, lakukan pemeriksaan ketegangan rantai roda pada pada titik tengah diantara kedua sproket.
BACA JUGA: arti kode pada ban kendaraan
d) Perawatan ban dalam (tube type)
- Melepas ban dalam dari roda
- Bersihkan seluruh permukaan ban dalam dari kotoran dan benda-benda asing yang menempel, bila perlu cuci dengan air bersih.
- Periksa kesesuaian ukuran dengan ban luar yang dipakai. Ban dalam dan luar harus menggunakan ukuran yang sama.
- Periksa keliling penampang luar. Ban dalam yang keliling penampang luarnya telah mengembang sampai 92% atau lebih, dibandingkan dengan keliling penampang ban luar pada bagian dalam harus diganti baru.
- Periksa kondisi pentil (tube valve). Pentil yang sudah tidak bekerja dengan baik (macet, karatan, bocor) tidak layak pakai dan harus diganti baru. Batang pentil yang rusak (karatan/bocor) menunjukkan ban dalam harus diganti. Pastikan tutup pentil ada dan terpasang.
- Periksa karet ban. Ban dalam yang sudah aus, melipat, sobek ataupun ada bagian yang lunak karetnya harus diganti baru. Ban dalam dengan tambalan yang sudah terlalu banyak juga harus diganti baru.

Gambar 90. Pemeriksaan Ban Dalam
Catatan : Sewaktu memasang roda, perhatikan arah putaran roda jangan sampai terbalik dengan cara melihat arah tanda panah pada ban.
e) Penyetelan tekanan angin ban sesuai spesifikasi ukuran ban

Gambar 91. Penyetelan dan Spesifikasi Tekanan Angin Ban
Cara mengatasi gangguan pada roda sepeda motor.
| No | Gangguan | Kemungkinan Penyebab |
| 1. | Pengendalian kemudi terasa berat | a. Kerusakan bearing roda b. Tekanan ban kurang c. Kesalahan pemasangan ukuran ban depan |
| 2. | Roda depan goyang/oleng | a. Pelek bengkok b. Bearing roda rusak c. Kualitas ban jelek |
| 3. | Pengendalian berat ke satu sisi | a. Terjadi kebengkokan pada poros roda depan b. Kerusakan pada bearing |
| 4. | Putaran roda tidak lancar | a. Penyetelan rem ridak tepat b. Kerusakan bearing roda c. Kerusakan pada gear speedometer |
| 5. | Laju kendaraan tersendat/ada hentakan | a. Karet peredam tromol aus/keras b. Rantai roda dan atau sprocket aus |
| 6. | Terdengar suara berisik dan gemeretak saat kendaraan berjalan | a. Pelumasan rantai kurang b. Penyetelan rantai terlalu tegang/terlalu kendur c. Rantai sudah mulur d. Sprocket aus |

