Pengontrolan kecepatan mesin secara kontinyu dan konstan dengan melalui hubungan actuator ke sistem pemasukan bahan bakar.
Kecepatan mesin disensor dengan magnetik pick-up yang memakai aliran listrik AC dan dikirim atau dialirkan ke actuator merubah input listrik dari kontrol 2301 ke gerak mekanik yang mana dihubungkan ke tuas sistem bahan bakar.
BACA JUGA: jenis-jenis governor motor diesel
Basic Sistem Governor Elektrik
- Magnetik pic-up dipasang pada tutup fly wheel dari mesin, untuk membuat signal AC. Frekwensi dari signal dikontrol dengan kecepatan/perputaran dari gigi – gigi di fly wheel dan berputar melewati magnetic pick-up
- Signal frekwensi kecepatan mesin ini dikirim ke kontrol 2301. Kontrol mempunyai sensor kecepatan yang membuat perbandingan antara sinyal input untuk kecepatan yang ada dengan kecepatan mesin yang diinginkan (setting), itu terdapat dalam kontrol box yang perlu dijaga dan dipelihara.
- Jika putaran yang ada dan putaran setting( yang diinginkan ) tidak sama, maka kontrol 2301 akan memberikan koreksi sinyal (perintah ) DC ke coil selenoid, dari kontrol 2301 digunakan ke coil selenoid actuator. Actuator akan mengatur/menyesuaikan
jumlah bahan bakar untuk membuat putaran mesin sesuai dengan setting (yang diinginkan )

- Pilot valve plunjer dihubungkan dengan sebuah magnit permanen yang ditahankan oleh pegas penahan didalam penguatan dua coil selenoid. Hasil signal dari kontrol 2301 digunakan ke coil selenoid untuk membuat gaya magnityang sebanding dengan arus dalam coil. Gaya magnit ini selalu berusaha mengubah magnit dan pilot valve plunjer kebawah ( bahan bakar bertambah ).
Prinsip kerja actuator
Gaya centering spring ( diatas plunjer ) selalu berusaha mengubah magnit dan pilot valve plunjer keatas (bahan bakar berkurang )
- Bilamana magnit berputar pada putaran stabil ( steady state condations ), ini berarti dua gaya sama tetapi arahnya berlawanan. Pilot valve plunjer pada saat berada ditengah ( the control land menutup control part )
Jika terjadi penurunan setting putaran mesin pada control 2301 atau kenaikkan putaran mesin (disebabkan dari penurunan beban mesin), input tegangan ke coil selenoid di actuator menjadi turun. Daya magnit dari coil selenoid juga turun , pada waktu gaya dari centering spring lebih besar dari pada coil pilot valve plunjer akan bergerak keatas posisi center. Maka oli yang dibawah power akan bergerak keatas menyebabkan berputarnya terminal shaft kearah penurunan bahan bakar
BACA JUGA: pengertian dan prinsip kerja governor diesel
- Jika terjadi kenaikkan setting putaran mesin pada control 2301 atau penurunan mesin (disebabkan dari kenaikkan beban mesin ) input tegangan ke coil selenoid juga akan naik, sekarang gaya dari pada gaya centering spring dan pilot valve plunjer akan bergerak turun mengikuti tekanan oli dibawah power piston. Pada waktu daerah permukaan (tekanan oli bekerja lagi) dari power adalah lebih besar dari pada bagian bawah dari bagian atas piston, piston akan bergerak keatas. Terminal shaft berputar kearah penambahan bahan

BACA JUGA: penjelasan dan bagian-bagian governor hidrolis

