Pengertian jumpper
Melakukan starter dengan bantuan sumber energi listrik dari luar atau sering disebut “jump starting“ sering dilakukan untuk menstarter mesin tanpa melepas baterai. Terdapat 3 model “jum starting’, yaitu:
- Menggunakan baterai luar
- Menggunakan charging booster.
- Menggunakan kendaraan lain
Hal yang harus diperhatikan dalam melakukan jump starting menggunakan baterai antara lain :
Tegangan baterai untuk jum starting harus sama dengan tegangan pada kendaran, misalnya tegangan sumber kendaraan 12V maka tegangan baterai atau kendaraan yang digunakan jum starting harus 12V juaga.
Pemasangan kabel secara paralel, yaitu terminal positip baterai mendapat terminal positip dan terminal negatip mendapat terminal negatip.
- Prosedur Jump Starting
- Buka kap kendaraan yang akan dilakukan jum starting
- Cek terminal baterai bersihkan dari karat atau kotoran
- Hubungkan terminal positip baterai kendaraan yang akan dihudupkan dengan terminal positip bantuan dan terminal negatip dengan terminal negatip
- Pastikan transmisi pada posisi netral dan rem parkir aktip
- Lakukan starter mesin
- Setelah mesin hidup, lepas kabel jumping negatip baterai pada terminal baterai kendaraan yang dihidupkan kemudiam melepas klem pada terminal negatip baterai bantuan. Berikutnya lepas kabel jumping untuk terminal positip.
- Saat melepas lakukan dengan hati-hati, hindari hubung singkat atau percikan api pada terminal.
- Rapikan kabel jumper dan baterai yang digunakan, kemudian tutup kap kendaraan
Beberapa produsen peralatan otomotif telah meluncurkan alat dengan nama Booster Pac, alat ini merupakan baterai merupakan baterai yang didisain khusus secara kompak, jenis baterai yang digunakan adalah baterai Gel cell atau baterai kering, desain alat dalam suatu kotak dan dilengkapi dengan kabel penghubung yang cukup besar. Kabel ini digunakan untuk dihubungkan ke baterai kendaraan yang akan dihidupkan. Kemampuan baterai 250 -1000 CCA. Model banyak digunakan di bengkel yang professional karena penggunaan efektif dan aman.
BACA JUGA: pengertian mesin konversi energi
Pada beberapa model Battery Charging, dilengkapi dengan posisi charging booster , posisi ini digunakan untuk melakukan bantuan starter. Penggunaan bantuan starter dengan alat ini lebih riskan dibandingkan dengan baterai, karena tergangan yang dihasilkan biasanya lebih tinggi yaitu 15 -18 volt. Dengan tegangan sebesar itu dapat merusak komponen elektronik.
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penggunaan alat ini antara lain:
- Kendaraan yang memiliki komponen elektronik bila mungkin dihindari melakukan bantuan starter dengan alat ini, lebih aman melepaskan baterai dan memasangnya dengan baterai yang telah diisi untuk menghidupkan kendaraan.
- Bila terpaksa malekukan bantuan starter dengan komponen elektronik, perlu gunakan pelindung gelombang.
- Pada kendaraan yang tidak menggunakan komponen elektronik penggunaan lebih aman. Prosedur penggunaannya adalah:
- Buka kap kendaraan yang akan dilakukan jum starting
- Cek terminal baterai bersihkan dari karat atau kotoran
- Hubungkan terminal positip baterai kendaraan yang akan dihudupkan dengan kabel positip battery charging, dan terminal negatip dengan kabel negatip
- Atur selector battery charging pada posisi Booster, dan tegangan sesuai dengan tegangan sumber kendaraan yaitu 12V atau 24V.
- Hidupkan battery charging
- Pastikan transmisi pada posisi netral dan rem parkir aktip
- Lakukan starter mesin
- Setelah mesin hidup, matikan battery charging
- Lepas kabel negatip battery charging, kemudian lepas kabel positip.
Hati-hati, jangan melepas kabel battery charging pada kondisi battery charging masih hidup, sebab akan terjadi percikan api pada terminal .
Rapikan battery charging, kemudian tutup kap kendaraan.
Bantuan starter dengan kendaraan lain
Penggunaan “ jum starting” dengan baterai luar dapat digunakan beterai tersendiri yang disiapkan untuk melakukan jum starting atau menggunakan kendaraan lain tanpa melepas baterai pada kendaraan yang digunakan. Prosedur pemasangannya adalah sebagai berikut :
- Dekatkan kendaraan bantuan dengan kendaraan yang akan dilakukan jum starting
- Buka kedua kap kendaraan yang akan dilakukan jum starting
- Cek terminal baterai bersihkan dari karat atau kotoran
- Hubungkan terminal positip baterai kendaraan yang akan dihudupkan dengan terminal positip kendaraan bantuan dan terminal negatip dengan terminal negatip
- Pastikan transmisi pada posisi netral dan rem parkir aktip
Lakukan starter mesin
Setelah mesin hidup, lepas kabel jumping negatip baterai pada terminal baterai kendaraan yang dihidupkan kemudiam melepas klem pada terminal negatip baterai bantuan. Berikutnya lepas kabel jumping untuk terminal positip.
Saat melepas lakukan dengan hati-hati, hindari hubung singkat atau percikan api pada terminal.
Rapikan kabel jumper dan baterai yang digunakan, kemudian tutup kap kendaraan. tutup kap kendaraan.
