APA ITU POWER STEERING ? BEGINI PENJELASANNYA BESERTA CARA KERJANYA
Power steering merupakan sebuah sistem yang berfungsi untuk meringankan memutar sistem kemudi kendaraan sehingga menghasilkan putaran kemudi yang ringan tanpa membutuhkan tenaga yang berarti untuk mengendalikan kemudi, terutama pada kecepatan rendah dan menyesuaikannya pada kecepatan menengah serta tinggi.
Seiring dengan perkembangan teknologi, maka muncullah sebuah sistem steering yang dibantu penggendalian pergerakan pinion shaftnya menggunakan media cairan ( minyak ) yaitu power steering. Komponen tambahan yang ada pada power steering dibanding model rack and pinion yaitu sebuah pumpa minyak yang digerakkan menggunakan puli yang terhubung ke puli poros engkol.
Power steering hidrolik memakai sebuah tekanan hidrolik yang dihasilkan dari pompa. Pompa ini digerakkan oleh crankshaft lewat drive belt. Sistem kerja steering hidrolik sebagai berikut minyak akan ditarik dari reservoir menuju pompa ketika mesin sedang hidup. Selanjutnya minyak akan ditekan oleh satu switch dan control valve. Dimana letak kedua komponen tersebut berada di pompa. Karena tekanan oli inilah yang membuat putaran setir mobil jaman sekarang lebih ringan dan membuat mudah pengemudi ketika menyetir mobil.
. 
Fungsi Komponen Hidrolik Power Steering
1.Resevoir Tank
Merupakan komponen yang terletak pada hidraulik pump yang berfungsi untuk menampung cadangan minyak atau oli power steering.komponen ini dilengkapi dengan Tutup reservoir yang dilengkapi dengan ventilasi agar tekanan didalam Sistem power steering stabil saat hidrolik power steering bekerja.
2.Pompa Power Steering/Vane Pump
komponen ini berfungsi sebagai memompa cairan fliuda atau minyak power steering yang di gerakkan oleh puli terhubung ke poros engkol
3.Rotary Valve/Katup Pengatur
Komponen ini berfungsi untuk mengatur atau mengarahkan aliran tekanan minyak atau fluida yang sesuai dengan arah kemudi
4.Power cylinder/Silinder Tenaga
Komponen ini atau yang sering di sebut silinder tenaga berfungsi menyalirkan fluida dari Vane Pump yang pinion untuk bergerak ke kanan atau ke kiri
5.Oli power steering/Minyak power steering
Berfungsi sebagai media penghantar tenaga dari pompa power steering ke steering gear agar kemudi lebih ringan dan mudah ketika mengemudi
6.Selang Power steering/Steering Hose
Berfungsi sebagai saluran minyak power steering sebagai saluran fluida atau minyak yang di buat dari logam. power steering ke control vale ke steering gear atau sebaliknya.
7.Steering Gear
Terdiri dari komponen rack dan ponion sebagai penghubung atau pemindah tenaga putar dari steering colomb ke steering linkage
8.Steering Linkage
Komponen yang satu ini berfungsi sebagai meneruskan gerakan steering gear ke roda untuk menggerakan roda agar pembelokkan sesuai dengan arah keinginan pemudi
Keuntungan Menggunakan Power steering
1.Mengurangi steering effort
2.kestabilan yang tinggi selama mengemudi
3.untuk mengurangi guncangan jalanan/permukaan jalan yang tidak rata pada permukaaan yang di salurkan kepada steering wheel
Cara perawatan power steering tidak mudah rusak(awet)
1.Pada saat mobil belok,alangkah lebih baiknya jika gerak atau jalan terlebih dahulu sebelum belok
2.Hindari mengemudi di jalan atau permukaan yang rusak
3.Jangan terlalu sering membelokkan stir sampai mentok/patah terlalu lama
4.memilih minyak power steering yang standar (original)
5.putarlah kemudi dalam kecepatan sedang
6.Ingat isi pemakain power steering
7.Penggunaan jenis ban pilihlah jenis ban yang gesekan rendah
Prinsip Kerja Power Steering
1. PADA SAAT POSISI NETRAL

Pada saat posisi netral atau tidak bekerja maka fluida power steering akan dialirkan ke katup pengontrol atau contol valve. Bila katup pengontrol ini berada pada posisi netral maka semua fluida power steering akan mengalir melalui katup pengontrol ke saluran pembebas atau relief port dan selanjutnya dikembalikan kembali ke pompa. Pada saat posisi ini tekanan pada kedua sisi dari piston sama besar.
2.Pada Saat Membelok

Pada saat roda kemudi diputar maka katup pengontrol juga akan bergerak untuk menutup salah satu saluran fluida yang menuju ke salah satu sisi piston, sedangkan saluran satunya akan terbuka sehingga fluida dapat mengalir ke sisi piston satunya, sehingga akan terjadi perbedaan tekanan pada kedua sisi piston. Akibatnya piston akan bergerak ke arah sisi piston yang memiliki tekanan rendah dan fluida yang berada disisi yang memiliki tekanan yang rendah akan dikembalikan ke pompa melalui katup pengontrol.

