• Wed. Jan 7th, 2026

    Webinar Gratis Bersertifikat

    Informasi Webinar Gratis Bersertifikat Berbagai Bidang - Webinar Pendidikan - Webinar Kesehatan - Webinar Nasional

    pengertian simulator pada mesin trainer

    Apr 10, 2022
    Jual Trainer Toyota Avansa - Kota Semarang - Pusat Trainer & Alat SMK | Tokopedia

    Pengertian Media Simulator

    Media merupakan bentuk jamak dari kata medium, yaitu merupakan sarana komunikasi. Media sebagai semua bentuk perantara yang digunakan oleh manusia untuk menyampaikan atau menyebar ide, gagasan atau pendapat yang dikemukakan itu sampai kepada penerima pesan (Arsyad, 2012). Hal yang sama juga disampaikan oleh Daryanto (2011) bahwa medium dapat didefinisikan sebagai perantara terjadinya komunikasi dari pengirim menuju penerima. Dengan demikian media merupakan perantara antara sumber dengan penerima informasi.

    Arsyad (2012) menyatakan bahwa media apabila dipahami secara garis besar adalah: manusia, materi, atau kejadian yang membangun kondisi yang membuat siswa mampu memperoleh pengetahuan, keterampilan atau sikap. Sedangkan menurut Gagne dalam Arief (2005) menyatakan bahwa media adalah berbagai jenis komponen dalam lingkungan siswa yang dapat merangsangnya untuk belajar.

    Jual Trainer Toyota Avansa - Kota Semarang - Pusat Trainer & Alat SMK | Tokopedia

    Association of Education and Communication Technology (AECT), mengartikan media sebagai segala bentuk yang digunakan untuk proses penyaluran informasi (Sanjaya 2012). Media dapat berbentuk apa saja dan tidak terfokus pada satu benda saja. Dengan demikian selama benda itu masih digunakan orang untuk menyalurkan pesan dan informasi melalui benda disebut sebagai media.

    Gerlach dan Ely dalam Sanjaya (2012:60) menyatakan” A medium, conceived is any person, material or even that establish condition which enable the learner to acquire knowledge, skill and attitude”. Gerlach berpendapat bahwa secara umum Simulator meliputi orang, bahan, peralatan, atau kegiatan yang menciptakan kondisi yang memungkinkan mahasiswa memperoleh pengetahuan, keterampilan dan sikap. Lebih lanjut Latuheru (1988) mengemukakan bahwa Simulator adalah bahan, alat, maupun metode/ teknik yang digunakan dalam kegiatan belajar mengajar, dengan maksud agar proses interaksi komunikasi edukatif antara guru dan anak didik dapat berlangsung secara tepat guna dan berdaya guna.

    Baca Juga : macam-macam transmisi manual mobil

    Secara umum dapat dikatakan bahwa media mempunyai kegunaan antara lain memperjelas pesan agar tidak terlalu verbalitis, mengatasi keterbatasan ruang, waktu, tenaga, dan daya indra, menimbulkan gairah belajar, interaksi lebih langsung antara murid dengan sumber belajar. Selain itu, media juga memungkinkan anak belajar mandiri sesuai dengan bakat dan kemampuan visual, auditori, dan kinestetiknya, memberikan ransangan yang sama, mempersamakan pengalaman dan menimbulkan persepsi yang sama. Proses pembelajaran mengandung lima komponen komunikasi, guru (komunikator), bahan pembelajaran, Simulator siswa dan tujuan pembelajaran.

    Berdasarkan pendapat ahli dapat disimpulkan bahwa media merupakan perantara yang berfungsi untuk menyalurkan pesan yang menghubungkan antara sumber dengan penerima yang berisi pesan atau informasi. Dengan demikian media memiliki peran dalam mengatur hubungan yang efektif antara dua pihak utama antara sumber informasi dan penerima informasi. Sedangkan Simulator merupakan sarana yang dipakai untuk menyampaikan pesan dalam kegiatan belajar untuk mencapai tujuan belajar. Penggunaan media dalam proses pembelajaran juga harus disesuaikan, oleh karena itu pengajar harus dapat memilih Simulator yang baik untuk digunakan saat mengajar.

    Fungsi Simulator

    Simulator merupakan alat, metode dan teknik yang digunakan untuk mengefektifkan interaksi dan komunikasi antara pengajar dan peserta didik dalam proses pengajaran. Salah satu fungsi utama Simulator adalah sebagai alat bantu mengajar yang turut mempengaruhi iklim, kondisi, dan lingkungan belajar yang di tata dan diciptakan oleh guru.

    Siplah Eureka bookhouse Alat Peraga TKR dan Pneumatic Trainer - Photos | Facebook

    Sebagai alat bantu dalam proses belajar mengajar, media mempunyai beberapa fungsi yang dijelaskan sebagai berikut: “(1) Media sebagai sumber belajar, Simulator berperan sebagai salah satu sumber belajar bagi siswa. (2) Fungsi semantik, melalui media dapat menambah perbendaharaan kata atau istilah. (3) Fungsi manipulatif, adalah kemampuan suatu benda atau peristiwa dengan berbagai cara, sesuai kondisi, situasi, tujuan dan sasarannya. (4) Fungsi Fiksatif, adalah kemampuan media untuk menangkap, menyimpan dan menampilkan kembali suatu objek atau kejadian yang sudah lampau. (5) Fungsi distributif, bahwa dalam sekali penggunaan suatu materi, objek atau kejadian dapat diikuti siswa dalam jumlah besar dan dalam jangkauan yang sangat luas. (6) Fungsi psikologis, Simulator memiliki beberapa fungsi seperti atensi, afektif, kognitif, imajinatif, media dapat mengatasi hambatan sosial kultural antar siswa”. (Arsyad,2012:29).

    Menurut Gerlach dan Ibrahim yang dikutip oleh Daryanto (2011) menyebutkan ada tiga kelebihan kemampuan media adalah:

    1. Kemampuan fiksatif
      Kemampuan fiksatif artinya dapat menangkap, menyimpan, dan menampilkan suatu objek atau kejadian. Dengan kemampuan ini, objek atau kejadian. Dengan kemampuan ini, objek atau kejadian dapat digambarkan, dipotret, direkam, di filmkan, kemudian dapat disimpan dan pada saat diperlukan ditunjukkan dan diamati kembali seperti kejadian aslinya.
    2. manipulating
      manipulating artinya media dapat menampilkan kembali objek atau kejadian dengan berbagai macam perubahan (manipulasi) sesuai keperluannya, warnanya, dan dapat pula di ulang-ulang penyajiannya.
    3. distributive
      distributif, artinya media mampu menjangkau audiens yang besar jumlahnya dalam satu kali penyajian secara serempak, misalnya siaran TV atau Radio.
    Baca Juga : prinsip kerja suspensi sepeda motor

    Lebih lanjut lagi ketika fungsi media diaplikasikan dalam pembelajaran maka terlihat peranannya sebagai berikut:

    1. dapat digunakan guru sebagai penjelas dari keterangan terhadap suatu bahan yang guru sampaikan.
    2. membantu memunculkan permasalahan untuk dikaji lebih lanjut dan dipecahkan oleh siswa dalam proses belajar mengajar.
    3. merupakan sumber belajar bagi siswa.

    Secara rinci, fungsi media dalam proses pembelajaran adalah sebagai berikut:

    1.  Menyaksikan benda-benda yang ada atau peristiwa yang terjadi pada masa lampau. Dengan perantara gambar, potret, slide, film, video, atau media lain.
    2. Mengamati benda/peristiwa yang sukar dikunjungi, baik karena jaraknya jauh, berbahaya atau terlarang.
    3. Memperoleh gambaran yang jelas tentang benda/hal-hal yang sukar diamati secara langsung karena ukurannya yang tidak memungkinkan, baik karena terlalu besar atau terlalu kecil,.
    4. Mendengar suara yang sukar ditangkap dengan telinga secara langsung.
    5. Dengan mudah membandingkan sesuatu.
    6. dengan bantuan gambar, model atau foto mahasiswa dapat dengan mudah membandingkan dua benda yang berbeda ukuran, warna dan sebagainya.
    7. Dapat melihat secara lambat gerakan-gerakan yang berlangsung secara cepat.
    8. Mengamati gerakan-gerakan yang berlangsung secara cepat.
    9. Melihat bagian-bagian rangkaian pengamatan yang panjang/lama.
    10. Dapat menjangkau audien yang besar jumlahnya dan mengamati suatu objek secara serempak.
    11. Dapat belajar sesuai dengan kemampuan, minat dan temponya masing-masing (Santayasa, 2007).

    Berdasarkan penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran memiliki fungsi diantaranya (1) Simulator dapat memperjelaskan materi yang disampaikan sehingga lebih mudah dipahami, (2) dengan Simulator, proses pembelajaran mengajar akan lebih menarik perhatian mahasiswa sehingga dapat menumbuhkan motivasi belajar, (3) dengan adanya Simulator dosen dapat menghemat waktu proses belajar mengajar. Fungsi dari Simulator dapat mendukung pelaksanaan proses pembelajaran untuk mencapai tujuan pembelajaran. Simulator memiliki kemampuan fiksatif, manipulating, dan distributif yaitu menangkap, menyimpan dan menampilkan suatu objek sesuai kebutuhan serta mampu menjangkau audiens.

    Klasifikasi Simulator

    Simulator banyak sekali jenis dan macamnya. Mulai dari yang paling sederhana hingga media yang paling canggih. Ada beberapa cara untuk menggolongkan atau mengklasifikasikan Simulator dengan dasar pertimbangan tertentu. Simulator terdiri dari media visual, media proyeksi, media audio dan media audio-visual.

    Simulator di klasifikasikan berdasarkan tujuan pemakaian dan karakteristik jenis media. Daryanto (2011:17) terdapat lima model klasifikasi, yaitu:

    “Gagne, media diklasifikasikan menjadi tujuh kelompok yaitu benda untuk didemonstrasikan, komunikasi lisan, media cetak, gambar diam, gambar bergerak, film bersuara, dan mesin belajar”.

    “Allen mengatakan Terdapat sembilan kelompok media, yaitu: visual diam, film, televisi, objek tiga dimensi, rekaman, pelajaran terprogram, demonstrasi, buku teks cetak, dan sajian lisan. Disamping mengklasifikasikan, Allen juga mengaitkan antara jenis media pembelajaran yang akan dicapai. Allen melihat bahwa, media tertentu memiliki kelebihan untuk tujuan belajar tertentu tapi lemah untuk tujuan belajar yang lain. Allen mengungkapkan tujuan belajar antara lain: info factual, pengenalan visual, prinsip dan konsep, prosedur, keterampilan, dan sikap”.

    Berdasarkan pendapat-pendapat di atas, maka dapat disimpulkan bahwa media dapat diklasifikasikan jenisnya dan tujuan dari pemakaian media. Simulator tersedia dari yang paling canggih hingga paling sederhana.

    Baca Juga : prinsip kerja suspensi sepeda motor

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *