• Fri. Jan 9th, 2026

    Webinar Gratis Bersertifikat

    Informasi Webinar Gratis Bersertifikat Berbagai Bidang - Webinar Pendidikan - Webinar Kesehatan - Webinar Nasional

    pengertian suspensi belakang sepeda motor

    Feb 2, 2022

    suspensi belakang

    Suspensi belakang jenis awing arm memberikan kenyamanan dalam pengendaraan serta membantu daya tarik dan kemampuan mengontrol gerakan roda yang baik.

    Suspensi belakang dengan sistem dasar swing arm ini dirancang untuk beberapa jenis, tergantung dari kebutuhan sistem redamnya serta disain dari swing armnya. yaitu

    Baca Juga : Sistem suspensi depan sepeda motor

    Double Suspensi (Shock)

    Type ini menggunakan dua buah lengan ayun digantung pada frame dan ujung lain dari lengan tersebut menopang roda belakang. Dan suspensi unit diletakkan antara ujung belakang dari lengan dan frame. Untuk sepeda motor umumnya menggunakan lengan dari plat baja. Untuk motor sport menggunakan pipa baja

    Gambar 4. Suspensi belakang jenis double

    Jenis ini mempunyai dua peredam kejut yang mendukung bagian belakang frame body dan swing arm.

    Suspensi ini umum dugunakan, karena sangat sederhana proses pemasangan jumlah komponen yang lebih sedikit, serta mempunyai sistem dasar yang ekonomis.

    Mono Shock

    Jenis suspensi ini mempunyai satu peredam kejut yang mendukung bagian belakang frame body dan bagian swing arm. Suspensi ini mempunyai kontruksi yang rumit, tetapi lebih stabil disbanding jenis double suspensi. Banyak digunakan pada sepeda motor modern dan untuk keperluan sport.

    Gambar 5. Suspensi belakang jenis mono

    Pada jenis sepedamotor yang menggunakan mono shock, ada juga yang disebut type unit swing arm dimana Mesin sepedamotornya sendiri berfungsi sebagai lengan ayun. Tipe sistim suspensi ini digunakan untuk sepeda motor scooter dan sebagian moped

    Gambar 6. Type mono shock jenis unit swing

    Peredam kejut atau peredam getaran

    Seperti yang telah disebutkan sebelumnya bahwa suspensi terdiri dari pegas dan peredam getaran, seperti yang terlihat pada gambar di bawah ini:

    Gambar 7. Konstuksi suspensi

    Tanpa Peredam kejut atau getaran

    Jika sebuah suspensi tidak dilengkapi dengan peredam kejut maka laju kendaraan akan mengalami vibrasi (gelombang naik turun) jika melewati tonjolan di jalan seperti ilustrasi di bawah ini

    Gambar 8. Vibrasi kendaraan tanpa peredam kejut (getaran)

    Garis diagram pada gambar diatas menjelaskan bahwa hanya dengan pegas saja tidak sanggup untuk menyerap goncangan akibat kondisi jalanan. Karena goncangan yang diterima pegas akan dikembalikan lagi sehingga pegas akan bekerja dengan gerakan mengayun. Dalam hal ini pengendara sepeda motor tidak nyaman dan berbahaya.

    Dengan peredam getaran

    Namun jika suspensi dilengkapi dengan peredam getaran gelombang vibrasi kendaraan tidak terlalu banyak (lihat gambar 8) karena goncangan / bantingan yang di terima telah diserap untuk sebagian besar oleh peredam kejut sehingga pengendalian lebih stabil dan nyaman sehingga memberikan kenyamanan bagi pengendara.

    Gambar 9. Vibrasi kendaraan menggunakan peredam kejut

    Baca Juga : Sistem suspensi depan sepeda motor

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *