Kode ban sepeda motor dituliskan pada bagian sidewall dengan huruf dan angka. Berikut ini merupakan contoh penulisan kode ban dan cara pembacaannya.

Gambar Tanda ukuran ban dan lokasi.
4.60 – H – 18 4PR menyatakan ukuran dari lebar ban, kode kecepatan, diameter pelek, tanda indikasi jumlah lapisan dan kekuatan ban.

Gambar lebar dari ban (inchi)
4.60 – H – 18 4PR

Gambar Diameter pelek (inchi)
4.60 – H – 18 4PR

Gambar Kekuatan (jumlah lapisan/ply rating)
4.60-H-18 4PR
Ban ini menggunakan lapisan kain dari bahan nilon di dalam carcass, indikasi kekuatan dengan 4 lapisan (ply rating)

Aspek Rasio

Saat ini aspek ratio telah dibuat sampai 45, tetapi pabrik ban di Indonesia baru memproduksi ratio ban sampai 60.
Ketentuan aspek ratio :
Aspek ratio tinggi
- Pengendalian kemudi kurang baik
- Kontak ban lebih kecil
- Kontrol kemudi kurang baik
- Lebih nyaman
Aspek ratio rendah
- Pengendalian kemudi lebih baik
- Kontak ban lebih besar
- Kontrol kemudi lebih baik
- Kurang nyaman
Batas kecepatan
Kecepatan maksimum yang diijinkan pada ban
4.60 – H – 18 4PR
| Tanda | Kecepatan maksimum |
| Untuk scooter | 100 km/h |
| N | 140 km/h |
| S | 180 km/h |
| H | 210 km/h |
| V | > 210 km/h |
Kekuatan Pikul

130/90 – 16 – 67 H
Beban tertinggi untuk ban dari data pada gambar tersebut adalah:
- Tekanan angin: 67 psi
Beban maksimum: 230 kg
Berikut ini contoh lain dari kode ban dan cara membacanya: Untuk ban Tube type
Untuk ban Tubeless

Penyimpanan Ban

1. Ban yang belum digunakan harus disimpan secara tegak dengan memberikan penahan (spacer) berupa kertas atau karet di bagian beads. Penyimpanan ban tanpa memberikan penahan pada beads akan menyebabkan jarak beads lebih kecil daripada lebar pelek, sehingga pemasangan ban menjadi lebih sulit.

2. Apabila menyimpan roda/ban yang akan dipakai lagi, isilah ban dengan tekanan udara sampai ½ tekanan yang diijinkan. Pastikan katup
terpasang dengan baik.

