• Fri. Jan 9th, 2026

    Webinar Gratis Bersertifikat

    Informasi Webinar Gratis Bersertifikat Berbagai Bidang - Webinar Pendidikan - Webinar Kesehatan - Webinar Nasional

    perawatan peralatan tak bertenaga otomotif

    May 9, 2021
    Alat Umum yang digunakan Untuk Service Di Bengkel Tune Up

    Kegiatan perawatan pada peralatan tak bertenaga antara lain adalah menggunakan secara benar sesuai fungsinya, membersihkan setelah menggunakan, mengasah, melumasi, menyimpan dengan baik dan lain-lain.

    Alat Umum yang digunakan Untuk Service Di Bengkel Tune Up

    Penggunaan secara benar

    Penggunaan secara benar dapat memperpanjang usia pemakaian, ada banyak peralatan yang rusak atau gampang rusak karena penggunaan yang salah atau tidak sesuai prosedur. Kesalahan penggunaan tidak saja dapat merusak alat namun juga dapat merusak bahan, misalnya mengencangkan baut/mur dengan kunci pas, mengencangkan skrup dengan ukuran obeng yang tidak sesuai dan lain-lain.

    BACA JUGA : pengertian alat-alat ukur tekanan mobil

    Cara Menyimpan Peralatan

    Alat dan bahan yang digunakan dalam kegiatan praktik memerlukan perlakuan khusus sesuai sifat dan karakteristik masing-masing. Perlakuan yang salah dalam membawa, menggunakan dan menyimpan alat dan bahan dapat menyebabkan kerusakan alat dan bahan, terjadinya kecelakaan kerja. Cara memperlakukan alat dan bahan secara tepat dapat menentukan keberhasilan dan kelancaran kegiatan.

    Tips#5 Nama Alat Bengkel & Fungsinya – PT. Panca Jaya Setia – Automotive  Service Equipment Provider

    Adapun perlakuan terhadap alat-alat di bengkel seperti :

    1. Membawa alat/bahan sesuai petunjuk penggunaan
    2. Menggunakan alat sesuai petunjuk penggunaan.
    3. Menjaga kebersihan alat
    4. Menyimpan alat

    Prinsip yang perlu diperhatikan dalam penyimpanan alat dan bahan:

    1. Aman

    Alat disimpan supaya aman dari pencuri dan kerusakan, atas dasar alat yang mudah dibawa dan mahal harganya seperti scantool, micrometer, Dwell tester dll, perlu disimpan pada lemari terkunci. Aman juga berarti tidak menimbulkan akibat rusaknya alat dan bahan sehingga fungsinya berkurang.

    2. Mudah dicari

    3. Untuk memudahkan mencari letak masing – masing alat dan bahan, perlu diberi tanda yaitu dengan menggunakan label pada setiap tempat penyimpanan alat (lemari, rak atau laci).

    4. Mudah diambil

    5. Penyimpanan alat diperlukan ruang penyimpanan dan perlengkapan seperti lemari, rak dan laci yang ukurannya disesuaikan dengan luas ruangan yang tersedia.

    Penyimpanan alat dan bahan selain berdasar hal – hal di atas, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan yaitu :

    1. Peralatan elektronik, alat ukur presisi tinggi, disimpan dalam lemari terpisah dengan zat higroskopis dan dipasang lampu yang selalu menyala untuk menjaga agar udara tetap kering dan mencegah tumbuhnya jamur.
    2. Alat berbentuk set, penyimpanannya harus dalam bentuk set yang tidak terpasang.
    3. Ada alat yang harus disimpan berdiri, misalnya higrometer.
    4. Alat yang memiliki bobot relatif berat, disimpan pada tempat yang tingginya tidak melebihi tinggi bahu.
    5. Penyimpanan zat kimia harus diberi label dengan jelas dan disusun menurut abjad.
    6. Zat kimia beracun harus disimpan dalam lemari terpisah dan terkunci, zat kimia yang mudah menguap harus disimpan di ruangan terpisah dengan ventilasi yang baik.

    Penyimpanan alat perlu memperhatikan frekuensi pemakaian alat. Apabila alat itu sering dipakai maka alat tersebut disimpan pada tempat yang mudah diambil.

    Alat – alat yang boleh diambil oleh siswa dengan sepengetahuan guru pembimbing, hendaknya diletakkan pada meja demonstrasi atau di lemari di bawah meja yang menempel di dinding. Contoh, dongkrak, triport dll.

    Memulai Usaha Bengkel, Siapkan Bujet Segini

    Penyimpanan dan pemeliharaan alat / bahan harus memperhitungkan sumber kerusakan alat dan bahan. Sumber kerusakan alat dan bahan akibat lingkungan meliputi hal – hal berikut :

    1. Udara

    Udara mengandung oksigen dan uap air (memilki kelembaban). Kandungan ini memungkinkan alat dari besi menjadi berkarat dan membuat kusam logam lainnya seperti tembaga dan kuningan. Usaha untuk menghindarkan barang tersebut terkena udara bebas seprti dengan cara mengecat, memoles, memvernis serta melapisi dengan khrom atau nikel. Kontak dengan udara bebas dapat menyebabkan bahan kimia bereaksi. Akibat reaksi bahan kimia dengan udara bebas seperti timbulnya zat baru, terjadinya endapan, gas dan panas.

    2. Air dan asam – basa

    Peralatan semestinya disimpan dalam keadaan kering dan bersih, jauh dari air, asam dan basa. Senyawa air, asam dan basa dapat menyebabkan kerusakan alat seperti berkarat, korosif dan berubah fungsinya. Bahan kimia yang bereaksi dengan zat kimia lainnya menyebabkan bahan tersebut tidak berfungsi lagi dan menimbulkan zat baru, gas, endapan, panas serta kemungkinan terjadinya ledakan.

    3. Suhu

    Suhu yang tinggi atau rendah dapat mengakibatkan :alat memuai atau mengkerut, memacu terjadinya oksidasi, merusak cat serta mengganggu fungsi alat elektronika.

    4. Mekanis

    Sebaiknya hindarkan alat dan bahan dari benturan, tarikan dan tekanan yang besar. Gangguan mekanis dapat menyebabkan terjadinya kerusakan alat / bahan.

    5. Cahaya

    Secara umum alat dan bahan sebaiknya dihindarkan dari sengatan matahari secara langsung. Penyimpanan bagi alat dan bahan yang dapat rusak jika terkena cahaya matahari langsung, sebaiknya disimpan dalam lemari tertutup.

    6. Api

    Komponen yang menjadi penyebab kebakaran ada tiga, disebut sebagai segitiga api. Komponen tersebut yaitu adanya bahan bakar, adanya panas yang cukup tinggi, dan adanya oksigen. Oleh karenanya penyimpanan alat dan bahan harus memperhatikan komponen yang dapat menimbulkan kebakaran tersebut.

    BACA JUGA : pengertian alat-alat ukur tekanan mobil

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *