Sistem pengapian menggunakan tambahan transistor untuk membuat hasil pengapian menjadi lebih efektif. Transistor ini dipasang diantara terminal primer coil dengan kontak pemutus (platina).

Gb 1. Rangkaian system pengapian transistor
Penjelasannya sebagai berikut:

Ket:
E : Emiter
B : Basic
C : Control
Ketika kontak point tertutup
Arah aliran arus:
Battery – IG switch (external resistance) – R1 – R2,
Hal ini akan mengaktifkan TR 1, sehingga arah aliran arus berubah menjadi :
Battery – IG switch – E TR1 – B TR1 – kontak point.
Aktifnya TR1 akan membuka jalur ke terminal C TR1 menuju ke TR 2 (Ketika arus ke B TR1 terputus)
Ketika kontak point membuka
Ketika kontak point membuka, jalur menuju ke B TR1 akan terputus. Hal ini menyebabkan jalur ke C TR1 terbuka, sehingga arah aliran arus:
Battery – IG switch – E TR1 – C TR1 – R3 – R4,
Aliran ini akan menyebabkan TR2 aktif, sehingga arus primer yang standby pada terminal C TR2 dapat masuk ke E TR2 menuju ke massa. Arus dari C TR2 akan terputus apabila kontak point menutup kembali.
Putus-hubung nya arus dari C TR2 akan menyebabkan induksi diri pada kumparan primer sehingga akan tercipta arus (25 KVolt) pada kumparan sekunder, yang nantinya akan dimanfaatkan untuk menyalakan busi.

