• Sun. Jan 11th, 2026

    Webinar Gratis Bersertifikat

    Informasi Webinar Gratis Bersertifikat Berbagai Bidang - Webinar Pendidikan - Webinar Kesehatan - Webinar Nasional

    sistem suspensi depan dan belakang sepeda motor

    Jun 5, 2020
    SISTEM SUSPENSI SEPEDA MOTOR

    Sistem suspensi merupakan salah satu bagian pada chasis sepeda motor yang berfungsi menyerap bantingan, kejutan maupun getaran dari permukaan jalan dengan tujuan meningkatkan keamanan, kenyamanan dan stabilitas berkendara. Selain itu sistem suspensi juga berfungsi untuk menopang body & rangka sepeda motor untuk  menjaga letak geometris antara body & roda-roda.

    Prinsip kerja sistem suspensi adalah sebagai berikut :

    • Pada saat kendaraan melewati permukaan jalan yang tidak rata Kendaraan akan mengalami kejutan dan getaran yang diterima roda dari permukaan jalan, kemudian kejutan dan getaran tersebut akan diteruskan oleh roda ke sistem suspensi. Pegas suspensi bereaksi dengan cara melakukan gerakan mengayun, kemudian dikembalikan lagi (rebound) ke roda, sehingga kejutan dan getaran tidak langsung diterima oleh body/rangka.
    • Setelah kendaraan melewati permukaan jalan yang tidak rata Gerakan ayunan pegas tetap akan berlangsung beberapa saat walaupun kendaraan telah melewati permukaan jalan yang tidak rata. Keadaan ini akan mengakibatkan pengendaraan tidak nyaman dan

    Untuk mengatasi hal ini, peredam kejut atau (shock absorber) dipasangkan pada sistem suspensi, dimana peredam kejut akan bekerja menyerap kelebihan ayunan (osilasi) pegas sehingga pengendalian akan terasa stabil.

    BACA JUGA: pemeriksaan dan penyetelan rem cakram sepeda motor

    Oleh karenanya, unit sistem suspensi biasanya merupakan gabungan/kombinasi antara pegas dan peredam kejut.

    Gambar 43. Prinsip Kerja Suspensi
    Sistem Suspensi Depan

    Jenis sistem suspensi depan yang umum digunakan pada sepeda motor diantaranya :

    1.  Suspensi Bottom Link/Pivoting Link, jenis ini dipergunakan pada sepeda motor tipe cub (Leading link) dan scooter (Trailing Link) model lama, dan belakangan ini sudah tidak begitu populer. Konstruksi suspensi bottom link dapat dilihat pada gambar di bawah ini.

    Keuntungan :

    Pada saat pengereman, konstruksi link akan menaikkan bagian depan kendaraan, sehingga gejala kendaraan menukik akibat pengereman dapat diminimalisir.

    Kerugian :

    1. Adanya link  dan   engsel   menyebabkan   sistem   suspensi   ini memerlukan perawatan dan pelumasan
    2. Keausan bushing pada bagian engsel link akan menyebabkan kedudukan roda miring terhadap sumbu
    3. Kurang nyaman digunakan pada kecepatan tinggi maupun off road.

    2. Suspensi Telescopic, jenis ini paling banyak dipergunakan pada sepeda motor CC kecil sampai dengan CC

    Keuntungan :

    1. Tidak memerlukan perawatan ekstra seperti halnya pada sistem suspensi bottom link.
    2. Kenyamanan dan keamanan pada kecepatan tinggi tetap terjaga. Kerugian :

    Bagian depan kendaraan cenderung menukik pada saat pengereman, sehingga kemungkinan pengendara terjungkal pada saat pengereman mendadak lebih besar.

    Gambar 44. Suspensi Depan Telescopic & Bottom Link

    Prinsip kerja suspensi telescopic :

    1. Langkah Menekan (Kompresi)

    Pada saat garpu telescopic (fork tube) bergerak pada posisi menekan (langkah kompresi), oli pada ruang B mengalir melalui lubang orifice pada pipa garpu menuju ruang C. Sementara itu, oli di dalam ruang B juga menekan free valve dan kembali ke atas menuju ruang A. Tahanan oli yang mengalir akan meredam gerakan kejut (shock absorber) pada saat gerakan menekan.

    BACA JUGA: pemeriksaan dan penyetelan rem cakram sepeda motor

    Untuk kejutan yang besar atau saat garpu mendekati tekanan yang maksimal, maka bagian bawah dari ujung garpu akan tersumbat oleh “oil lock piece”, sehingga terjadi tahanan gerakan garpu secara hidrolis sebelum garpu menyentuh bagian bawah.

    2. Langkah Naik (Rebound)

    pada langkah naik (rebound stroke), oli dalam ruang A mengalir menuju ruang C melalui lubang orifice yang berada pada bagian atas fork piston sehingga mengakibatkan tahanan aliran oli. Tahanan oli tersebut akan berfungsi sebagai tenaga redam (damping force) untuk mengontrol gerak naik pegas suspensi.

    Rebound spring akan bekerja meredam gerakan kejut dari garpu pada saat terjadi gerakan rebound yang lebih kuat. Pada saat tersebut terjadi aliran oli dari ruang C menuju ruang B, melalui lubang orifice yang berada pada bagian bawah piston fork.

    Catatan : Jumlah minyak peredam kejut yang kurang dapat mengakibatkan timbulnya suara hentakan ketika pipa garpu mencapai akhir dari langkah kompresi  atau akhir dari rebound stroke.

    Gambar 45. Konstruksi & Prinsip Kerja Suspensi Telescopic

    3. Suspensi Telescopic model up-side down, banyak diaplikasikan pada sepeda motor off road dan on road dengan CC besar. Secara prinsip kerja hampir sama dengan suspensi telescopic, hanya saja posisi tabung suspensi dibalik. Keuntungan sistem suspensi model up-side down adalah konstruksinya jauh lebih kuat daripada kedua jenis sistem suspensi di atas. Oleh karenanya, sistem suspensi model ini sangat cocok digunakan pada sepeda motor off road maupun on road ber-CC

    Sistem Suspensi Belakang

    Sistem suspensi belakang yang umum digunakan pada sepeda motor menggunakan swing arm pivot sebagai penunjang dan penahan rear axle. Penggunaan swing arm pivot memberikan reaksi yang cepat pada roda untuk bervariasi di berbagai kondisi jalan, disamping itu memiliki kemampuan    mengontrol   gerakan    roda    dengan                     baik              sehingga memberikan kenyamanan dan keamanan berkendara.

    Prinsip kerja shock absorber pada suspensi belakang :

    1) Shock absorber jenis friction damper

    Prinsip kerjanya sangat sederhana, dimana untuk pengganti oli sebagai peredam gerakan per dan suspensi dilakukan oleh piston yang memiliki ring non metalik (biasanya dari bahan plastik) yang dipasangkan pada bagian atas piston. Ring piston dari bahan non metalik tersebut berfungsi meredam gerakan rod yang menekan dinding bagian dalam silinder yang dilapisi oleh gemuk (grease).

    Gambar 46. Shock Absorber Jenis Friction Damper

    Friction damper umumnya digunakan pada sepeda motor sederhana dengan CC yang kecil, dan belakangan ini sudah tidak umum digunakan.

    2) Shock absorber jenis oil damper

    Oil damper berfungsi mengontrol gerakan pegas suspensi (naik maupun turun) melalui lubang-lubang saluran yang terdapat pada piston damper.

    Gerakan menahan yang dilakukan oleh piston damper didapatkan dari oli yang meredam gerakan pegas, melalui perubahan lubang keluar masuknya oli pada saat piston bergerak turun naik.

    Pada saat piston bergerak turun (menekan), oli menahan gerakan tersebut melalui sebagian besar aliran oli yang masuk melalui damping orifice, reaksi ini terjadi akibat gerakan roda yang menyentuh secara tiba-tiba bagian jalanan yang menonjol.

    Pada saat tekanan pegas mengembalikan rod bergerak ke atas (memanjang) gerakan tertahan dengan lembut, karena adanya tekanan oli dari damping oil melalui sebagian kecil aliran oli yang mengalir melalui lubang-lubang kecil orifice.

    Gambar 47. Shock Absorber Jenis Oil Damper
    BACA JUGA: pemeriksaan dan penyetelan rem cakram sepeda motor

    Jenis-jenis sistem suspensi belakang sepeda motor diantaranya :

    • Suspensi conventional Dual Spring (Damper Type), jenis ini pada umumnya dipergunakan pada sepeda motor on road dengan CC kecil. Jenis ini mempunyai dua spring damper unit yang mendukung bagian belakang framebody dan bagian belakang swing arm. Keuntungan yang   dimiliki   sistem   suspensi   ini adalah          sangat sederhana dalam proses pemasangannya, serta memiliki sistem dasar yang

    Kelemahannya adalah sistem ini memerlukan keseimbangan kondisi kerja dari kedua shock absorber. Kerusakan/penurunan kinerja salah satu shock absorber akan menyebabkan sistem suspensi bekerja pincang sehingga membahayakan pengendaraan terutama pada saat kendaraan menikung dengan kecepatan tinggi.

    Gambar 48. Suspensi conventional Dual Spring
    • Suspensi Monoshock

    Sistem suspensi monoshock menggunakan sebuah shock absorber sebagai peredam, sehingga kinerja sistem suspensi menjadi lebih baik dibandingkan dengan tipe conventional dual spring.

    Sistem suspensi jenis ini banyak digunakan pada sepeda motor off road dan on road kecepatan tinggi dengan CC sedang – besar.

    Beberapa model suspensi monoshock diantaranya :

    1. Susensi Monoshock Konvensional
    2. Suspensi Monocross
    3. Suspensi Unitrak
    Gambar 49. Suspensi Monoshock

     

     

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *