Diatas sudah dibicarakan bahwa satu siklus motor diesel 4 langkah terjadi dalam dua putaran engkol (720″).
Ket: (“=derajat)
BACA JUGA: siklus pembukaan katup motor diesel
Bila motor bersilinder banyak (misalnya 4 silinder ), maka dalam dua putaran engkol(720″) tiap silinder akan mendapat giliran satu kali usaha. Agar diperoleh pendistribusian daya yang seimbang sepanjang bentangan proses, giliran penyalaan ke 4 silinder tidak diurut berdasarkan nomor silindernya 1-2-3-4, tapi dibuat berselang seling sedemikian rupa sehingga oleh pabrik diperhitungkan akan diperoleh keseimbangan pendistribusain daya pada poros mesin tersebut.
Mesin type in line
firing order (F.O) Mesin dapat dilihat pada plat nama mesin tersebut, misalkan satu mesin diesel in line 4 langkah 4 silinder, pada plat namanya tertera F.O = 1-3-4-2.
Angka tersebut menunjukkan urutan pembakaran (dengan sendirinya juga berarti urutan langkah usaha) mesin tersebut adalah sebagai berikut :
Dari siliner no. 1 .. siliner no.3 … silinder no. 4 ….silinder No.2 dan kembali ke silinder No.1 secara khusus dapat digambar sebagai berikut.
Matrik F.O. untuk Mesin Diesel 4 Langkah
Jumlah silinder : 8 silinder
F.O. => 1 – 4 – 6 – 2 – 8 – 5 – 3 – 7
Torak nomor 1 bergerak dari TMA ke TMB melakukan Langkah Isap pada putaran Poros Engkol 0″ s/d 180″.

F.O. mesin diesel 4 silinder = 1 – 3 – 4 – 2
Proses pada mesin diesel 4 langkah dengan 4 silinder :

Beberapa contoh Firing Order yang ada untuk mesin 4 langkah :

BACA JUGA: pembakaran dan urutan penyalaan motor diesel

