Pada proses pemasangan maupun pelepasan bearing perlu diperhatikan kondisi porosnya. Pemeriksaan ini dimungkinkan untuk melihat kesejajaran ataupun penyimpangan yang terjadi pada suatu poros baik secara vertical maupun secara horizontal. Pemeriksaan akan dilakukan dengan menggunakan dial indicator sebagai alat untuk mengukur. Dengan hasil pemeriksaan ini, maka proses pemasangan dan pelepasan bearing akan semakin efektif.
Prosedur pemasangan bearing
- Pertama-tama bersihkan setiap tonjolan tajam (burrs), serpihan metal (cutting chips), karat (rust) atau kotoran debu (dirt) dari permukaan tempat dudukan bearing. Pemasangan dapat dilakukan dengan mudah jika permukaan yang sudah bersih tersebut dilapisi dengan sedikit oli.

sumber: http://catatan-piper-comex.blogspot.com
Gambar Bersihkan Kotoran Sebelum Pemasangan

sumber: http://catatan-piper-comex.blogspot.com
Gambar 48. Prosedur Pemasangan Bearing
- Pastikan bahwa semua pressing blocks, driving plates, hammers dan peralatan pemasangan yang lainnya dalam kondisi bersih, bebas dari tonjolan (burrs), dan ukurannya benar.
- Jangan membuka pembungkus bearing sebelum bearing tersebut siap untuk dipasang. Serpihan debu maupun kotoran lain yang masuk kedalam bearing sebelum dan selama pemasangan dapat menyebabkan noise dan vibration saat bearing bekerja.

sumber: http://catatan-piper-comex.blogspot.com
Gambar Pemasangan Bearing Harus Tepat
- Jangan melakukan modifikasi apapun terhadap bearing. Bearings dibuat dengan toleransi yang sangat ketat untuk memenuhi tingkat akurasi yang tinggi. Sehingga, penting sekali untuk memperhatikan secara khusus terhadap hal-hal yang harus diperhatikan dalam menangani bearing.
- Pada proses pemasangan bearing ada beberapa metode pemasangan. Metode tersebut digunakan karena pada poros menggunakan suaian sesak. Metode ini dipilih disesuaikan sesuai posisi bearing. Hal tersebut dilakukan agar bearing tidak mengalami kerusakan pada saat proses pemasangan. Metode pemasangan bearing tersebut adalah metode paksa dan metode pemanasan.
Pemasangan Bearing dengan Metode Paksa (SST Bearing):
Untuk metode paksa, disini menggunakan Special Service Tool (SST) Bearing. SST ini digunakan untuk menekan agar bearing tepat berada pada dudukan poros. Setelah sesuai bearing dengan dipukul menggunakan palu plastic.
Gambar Penggunaan Special Service Tool Bearing
Pada saat pemasangan bearing, perlu diperhatikan beberapa hal:
- Memasang bearing dengan menggunakan hammer dapat menyebabkan kerusakan karena tumbukan yang keras (sharp impacts).
- Pasanglah bearing dengan menggunakan alat press yang melingkar atau bentuk lain yang dapat menekan permukaan bearing dengan beban yang rata.

sumber: http://catatan-piper-comex.blogspot.com
Gambar Penggunaan Alat Press
Pemasangan Bearing Metode Pemanasan (Heater):
Umumnya digunakan untuk bearing yang besar dan bearing dengan interference fit yang besar. Pemuaian panas pada inner ring membuat pemasangan bearing menjadi mudah. Pada metode pemanasan, bearing dipanaskan terlebih dahulu pada temperature yang telah disesuaikan. Jika tidak, akan terjadi perubahan pada bearing yang dipasang. Metode pemasangan dengan cara dipanaskan ini tidak boleh digunakan untuk bearing yang menggunakan pre-greased dan sealed bearings atau shielded bearings
Prosedur pelaksanaannya adalah: .
- Merendam bearing didalam oli panas adalah cara yang paling umum.
- Gunakan oli bersih untuk pemanasan
- Masukkan bearing kedalam oli dengan dikaitkan dengan gantungan atau dengan dudukan menggunakan metal screen untuk mencegah bersentuhan dengan elemen pemanas.

sumber: http://catatan-piper-comex.blogspot.com
Gambar 52. Pemanasan Bearing dengan Oli
- Suhu yang diperlukan memanaskan inner ring should tergantung pada jumlah interference fit dari permukaan bearing dengan shaft nya. Perhatikan grafik dibawah ini untuk menentukan berapa panas yang diperlukan dalam pemanasan suatu bearing.

sumber: http://catatan-piper-comex.blogspot.com
Gambar 53. Grafik Suhu Pemanasan Bearing
- Untuk mencegah adanya celah yang akan timbul antara inner ring dan shaft, bearing yang dipasang dengan cara panas terhadap shaftnya harus didiamkan dulu sampai dingin.
- Bearing tidak boleh dipanaskan lebih dari 120 derajat Celcius.
- Metode pemasangan dengan cara dipanaskan ini tidak boleh digunakan untuk bearing yang menggunakan pre-greased dan sealed bearings atau shielded bearings.
Metode pemanasan yang juga digunakan adalah dengan bearing oven. Pada metode yang menggunkan bearing oven, bearing harus kering. Dengan demikian metode ini bisa digunakan untuk pre-greased bearings. Pada saat menggunakan metode ini, pre-greased bearings tidak boleh dipanaskan lebih dari 120°C. Pemanasan yang berlebihan akan menyebabkan kerusakan pada bearingnya.

Gambar Metode Bearing Oven
Metode berikutnya adalah Induction Heating. Metode pemanasan ini dapat digunakan untuk inner rings dari cylindrical roller bearings. Bearings harus kering dan dapat dipanaskan dalam waktu singkat.

Gambar Metode Induction Heating
Setelah menggunakan metode ini, lakukan demagnetizing terhadap bearing. Untuk informasi lebih jelasnya mengenai heating methods ini, lihat rekomendasi dari pabrik pembuatnya.

Gambar Pemasangan Bearing
Pelepasan Bearing
Pada proses melepas bearing menggunakan alat penarik bearing yaitu Tracker. Alat tersebut digunakan sebagai alat untuk melepas saja. Pada beberapa kejadian setelah bearing dilepas, maka bearing akan rusak dan tidak bisa digunakan lagi. Bahkan dalam kondisi tertentu bearing sengaja dirusak terlebih dahulu agar bisa terlepas tanpa merusak porosnya.

Gambar Peelepasan Bearing dengan Trecker
Dalam kondisi yang memungkinkan, bearing juga harus dilepas dengan menggunakan mesin/alat press. Dengan proses ini kerusakan poros maupun bearing akibat kejutan bisa dikurangi maupun ditiadakan.

Gambar Peelepasan Bearing dengan Trecker
Dalam beberapa konstruksi, setelah dipasang bearing, maka harus dipasangkan cincin penahan (circlip). Sehingga sebelum melepas ataupun setelah memasang bearing cincin penahan bearing tersebut harus diperhatikan.

Gambar Circlip Penahan Bearing
Untuk pemasangan cincin penahan (Internal Retainer Ring) harus digunakan tang khusus (Internal circlip pliers) yang dapat mengecilkan lingkaran cincin
penahan dan menempatkan cincin penahan tersebut pada alur dinding lubangnya. Tang tersebut juga berfungsi sebagai alat untuk pelepas cincin penahan.

Gambar Tang Circlip
Cincin penahan gunanya adalah untuk menghindari perubahan pergeseran posisi bearing. Konstruksi yang menggunakan cincin penahan mempunyai konstruksi yang sedikit berbeda dengan kontruksi tanpa cincin penahan. Konstruksi yang membutuhkan ring penahan menggunakan suaian luncur antara ukuran diameter luar poros dengan diameter dalam bantalan gelinding. Pada konstuksi ini pemasangan bantalan menjadi mudah dan tidak membutuhkan alat tekan khusus.
Untuk mengatasi penyimpangan yang menyudut antara sumbu poros dan sumbu lubang digunakan bantalan Self Aligned Ball Bearing. Penggunaan selubung tirus pada lubang cincin dalam dimaksudkan untuk mengatasi kesulitan manufaktur dalam memperoleh dimensi diameter poros bantalan. Dengan menggunakan selubung tirus ini bantalan dapat diposisikan di sepanjang poros sejauh ukuran diamater poros sedikit dibawah ukuran nominal selubung tirus.
Pada saat memasang yang penting bantalan tidak boleh miring dengan dudukan permukaan dalam lubang, kalau miring maka tidak akan masuk secara lancar. Begitu juga pada saat pembongkaran harus sesuai dengan posisi dudukan bantalan.

